BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Ganuan Mikrosefali dan indiasi saraf lainnya, bukan satu-satunya efek yang ditimbulkan virus Zika pada bayi. Peneliti menyebut ada hubungan antara virus Zika dengan gangguan sendi dan otot yang dialami bayi baru lahir.

Vanessa van der Linden, peneliti dari Association for Assistance of Disabled Children, Recife, Brasil, mengatakan virus Zika diketahui menyebabkan gangguan pada saraf bayi, terutama saraf yang berhubungan dengan pergerakan. Gangguan ini disebut dapat menyebabkan rusaknya sendi dan otot yang dialami bayi ketika baru lahir, dan menyebabkan mereka mengalami disabilitas.

“Memang kami belum menemukan penyebab pastinya. Yang jelas, Zika menyebabkan gangguan pada neuron motorik. Dan neuron motorik sangat berpengaruh terhadap perkembangan otot dan sendi bayi di dalam kandungan,” tutur Vanessa, sebagaimana dilansir Reuters.

Penelitian yang dipublikasikan di British Medical Journal ini menyebut, kondisi gangguan sendi dan otot pada bayi baru lahir yang bernama arthrogryposis merupakan salah satu bentuk komplikasi lanjutan virus Zika.

Peneliti melihat ada peningkatan bayi baru lahir yang mengalami arthrogryposis di Recife, kota tempat virus Zika merebak.‎

Vanessa menjelaskan bahwa bayi dalam kandungan membutuhkan sinyal dari neuron motorik untuk membentuk otot dan sendi mereka. Jika sinyal dari neuron motorik lemah, maka pertumbuhan otot bisa terganggu, dan menyebabkan bayi memiliki gangguan otot di mana bisa saja telapak tangannya terbalik, leher terpuntir atau kaki sungsang.

Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya penumpukan kalsium di dalam otak bayi. Infeksi Zika diketahui dapat menghancurkan sel-sel otak dan membuatnya membentuk lesi mirip luka yang nantinya akan diisi oleh kalsium.

Jimmy Whitworth, profesor International Public Health di London School of Hygiene dan Tropical Medicine mengatakan temuan baru ini membuka mata bahwa efek buruk Zika tidak sedikit. Efek buruk Zika tidak hanya sebatas mikrosefali, namun juga berbahaya bagi bayi-bayi yang lahir dengan lingkar kepala normal.

“Sangat jelas bahwa virus ini memiliki efek yang sangat luas dalam menyebabkan gangguan abnormal, termasuk gangguan penglihatan, pendengaran, hingga gangguan otak pada bayi-bayi lahir dengan ukuran kepala normal,” paparnya.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY