BERBAGI
Terdakwa Tejo Baskoro alias Jake usai disidangkan | Foto : Junedy Bresly

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Tejo Baskoro alias Jake bin Alm. H. Marsidik, terdakwa dalam perkara permufakatan jahat dalam peredaran Narkotika, divonis pidana penjara selama 20 tahun, Senin (1/8/2016) sore, di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Terdakwa yang mengenakan seragam ‘Lapas Barelang’ berwarna biru ini dihukum, lantaran terbukti mengendalikan peredaran 3.023 gram atau sekitar 3,023 Kilogram Narkotika golongan I, jenis sabu-sabu.

Selain divonis 20 tahun penjara, terdakwa juga dikenakan denda Rp 1 miliar. Apabila denda tak mampu dibayarkan, maka harus digantikan dengan pidana kurungan selama 1 tahun.

“Mempertimbangkan Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, mengadili: menyatakan terdakwa Tejo Baskoro bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan dakwaan subsidairitas Primer yang didakwakan. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu, dengan pidana penjara selama 20 tahun, denda Rp 1 miliar. Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayarkan, maka haruslah diganti dengan pidana kurungan selama 1 tahun,” ucap Hakim Ketua Taufik, dalam menjatuhi hukuman terhadap terdakwa.

Terdakwa Tejo Baskoro, saat mendengar pembacaan amar putusan | Foto : Junedy Bresly
Terdakwa Tejo Baskoro, saat mendengar pembacaan amar putusan | Foto : Junedy Bresly

Putusan yang dibacakan tersebut, jauh lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa (JPU) Susanto Martua.

Sebelumnya, Jaksa Martua meminta Majelis Hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama seumur hidup. Ini ditegaskan, dengan ula terdakwa yang terbilang cukup berbahaya dan melanggar hukum.

Belum lagi jumlah barang bukti, yakni sabu-sabu seberat 3.023 gram yang dinilai layak untuk dijatuhi hukuman lebih berat. Selain itu, terdakwa ini juga terukti mengulangi perbuatannya, dimana ia baru saja menghabiskan masa tahanannya dibalik jeruji besi Lapas Klas I Surabaya dengan kasus yang sama.

Dengan amar putusan yang lebih ringan ini, JPU Martua langsung menyatakan pikir-pikir.

“Kami pikir-pikir Yang Mulia,” tegas JPU Martua.

Sementara, terdakwa yang terlihat tengah meradang ini langsung menyatakan menerima putusan, tanpa berpikir lebih jauh.

“Saya terima Yang Mulia,” ucap Tejo.

Dalam perkaranya, Tejo terbukti menggunakan jasa Kurniawati alias Dewi binti Alm. Paimun dan Sri Ummi Hosnul Khatimah alias Abel binti Alm. Tofa, masing-masing terdakwa dalam perkara berbeda untuk membawa sabu-sabu sebanyak 3 Kilogram lebih itu.

Tejo terbukti memerintah kedua saksi tersebut untuk membawa sabu-sabu dari Batam dan selanjutnya diperintahkan untuk dibawa ke Surabaya.

Permintaan pengadaan sabu tersebut diketahui oleh Ko Rudi (DPO), hingga kemudian terdakwa yang sedang mejalani masa hukuman dibalik jeruji besi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya, Jawa Timur ini menghubungi kedua saksi itu.

Dengan perintah itulah, kedua saksi tersebut mencoba membawa 3.023 gram sabu didalam dua buah Water Heter (pemanas air), ke Surabaya.

Terdakwa Tejo Baskoro, saat mendengar pembacaan amar putusan | Foto : Junedy Bresly
Terdakwa Tejo Baskoro, saat mendengar pembacaan amar putusan | Foto : Junedy Bresly

Dalam merencanakan perjalanan dari Batam ke Surabaya, keduanya diberi terdakwa Tejo sejumlah uang untuk operasional. Keduanyapun mencoba membeli tiket KM Kelud Rute Batam-Jakarta.

Dalam perkaranya, terdakwa Tejo ini merupakan seorang residivis yang kemudian disidangkan lagi dlam kasus barunya.

Belum sempat menyelundupkan 3 kilo lebih sabu-sabu tersebut, kedua saksi Dewi dan Abel langsung ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

Kemudian petugas BNN langsung menelusuri perkara tersebut, kemudian kedua saksi menerangkan bahwa Tejo lah pemilik barang haram tersebut.

Dalam penimbangan yang dilakukan terhadap sabu dengan berat 3.023 gram tersebut, diketahui bahwa barang tersebut benar mengandung Metamfetamina, golongan I, nomor urut 61 yang diatur dalam Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY