CENTRALBATAM.CO.ID – Innalillahi wa Innaliialhi rajiun.
Indonesia kehilangan Dai kondang.
Ustad Arifin Ilham (49) meninggal dunia di Penang, Malaysia.
Ustadz Arifin Ilham meninggal dunia disampaikan Ustaz Yusuf Mansur melalui akun Instagramnya, @yusufmansurnew, Rabu (22/5/2019) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.
“Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’un. Saya barusan konfirmasi lbh lanjut ke Adik beliau. Mhn doanya. Husnul Khatimah. Yakin. Aamiin,” tulis Yusuf Mansur.
“Besok diterbangkan insyaAllah ke Indonesia,” tambah dia.
Kabar duka meninggalnya Ustaz Arifin Ilham juga disampaikan Wahyuniati Al Waly, istri pertama Ustaz Arifin Ilham.
Lewat unggahan di akun Instagramnya, juga mengucapkan perpisahan kepada Ustaz Arifin Ilham, Rabu (22/5/2019) malam.
Memposting foto sang suami, Yuni menyebut jika mediang Ustaz Arifin Ilham adalah sosok yang saleh.
Yuni menyebut jika mendiang Ustaz Arifin Ilham adalah sosok yang saleh.
Seperti diketahui semasa hidupnya, Ustaz Muhammad Arifin Ilham punya khas tersendiri dalam berdakwah.
Suara dan tema dakwah yang disampaikannya menggetarkan jiwa dan menenangkan hati.
Suaranya serak-serak basah dan bertenaga menyentakkan semua orang yang mendengarnya.
Kalimat tauhid, takbir, tahmid bagian dari zikir yang merupakan tema-tema yang dibawakan Arifin Ilham.
Setiap ia menyampaikan persoalan apapun, ia tak jauh mengingatkan akan zikir kepada Allah dengan lantunan kalimat-kalimat baik tersebut.
Baca : Kalau Tidak Lihat Sendiri, Anda Takkan Percaya Adanya Istana Sampah Beraroma Mistis
Baca : Kapolri Tunjukan Senjata Seludupan Yang Akan Digunakan Dalam Aksi Unjuk Rasa
Ustaz Arifin Ilham lahir di Banjarmasin 8 Juni 1969.
Ustaz Arifin Ilham merupakan anak kedua dari lima bersaudara dan menjadi satu-satunya anak laki-laki dari pasangan Ismail Marzuki-Nurhayati.
Ayahnya merupakan keturunan ketujuh dari Syeh Al-Banjar, seorang ulama besar di tanah Kalimantan.
Arifin memiliki tiga istri masing-masig Wahyuniati Al-Waly, Rania Bawazier dan Ummi Akhtar
Dikutip Tribunbatam.id dari berbagai sumber, sejak kecil, Arifin dikenal sebagai anak nakal.
Bahkan, Ustaz Arifin Ilham pernah kecebur di sungai.
Beruntung, dalam laman pribadinya, ibunya berhasil menolongnya.
Bahkan saat SD pun predikat nakal dan pemalas masih bertengger di dirinya hingga baru bisa baca tulis huruf latin waktu kelas 3 SD.
Ustaz Arifin Ilham sekolah di SD Muhammadiyah. Namun sayang, dia harus pindah sekolah karena berkelahi sampai babak belur dengan temannya.
Akhirnya Ustaz Arifin Ilham melanjutkan sekolahnya di SD Rajawali.
Saat menginjak masa SMP pun kenakalannya justru bertambah.
Ustaz Arifin Ilham terpengaruh berbagai macam kenakalan remaja seperti merokok, berjudi dengan kelereng, mencuri uang ayahnya.
Bahkan dia pernah mengancam akan membakar rumahnya gara-gara minta dibelikan motor trail tidak dipenuhi ayahnya.
Hingga tiba saatnya orang tuanya pergi haji pada tahun 1982. Pikirannya mulai tidak tenang dan mencoba membenahi diri.
Betapa terkejut kedua orang tuanya saat mereka kembali dari tanah suci melihat perubahan sikap anaknya yang drastis.
Ustaz Arifin Ilham saat itu minta dimasukan ke pesantren. Padahal dia sendiri baru kelas 1 SMP.
Baca : Menurunnya Ekosistem Padang Lamun di Pulau Bintan
Baca : Usir Massa Keluar 32 Ribu Personel TNI Disiapkan untuk Bantu Polri
Pada tahun 1983, dia pun dimasukkan ke Pesantren Darunnajah Ulujami, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Di sini Ustaz Arifin Ilham hanya sampai kelas dua aliyah. Pada 1987, dia meneruskan kelas dua aliyah hingga kelas 3 di Pesantren Assyafi’iyah di Bali Matraman, Tebet, Jakarta Selatan.
Sejak di pesantren, Ustaz Arifin Ilham sudah berceramah. Baik ceramah di kampung halamannya maupun di Jakarta dan sekitarnya.
Setelah lulus dari pesantren, ia melanjutkan ke perguruan tinggi.
Ia masuk FISIP, Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Nasional (Unas), Jakarta. Ia lulus pada tahun 1994 kala usia 25 tahun.
Berbekal gelar sarjana, ia mengajar di Universitas Borobudur.
Di sisi kehidupan lainnya, Ustaz Arifin dikenal sebagai seorang penyayang binatang.
Ia memelihara burung hantu, ayam kate, bahkan kera. Pada awal April 1997, Ia diberi ular hasil tangkapan warga kampung di semak belukar.
Namun, hal nahas pun terjadi, ular tersebut menggigitnya hingga keadaanya kritis.
Ia pun dilarikan ke rumah sakit. Namun, beberapa rumah sakit yang dikunjungi tidak menerimanya karena alasan perlengkapan medis sementara kondisi Arifin makin kritis.
Sampai akhirnya, ia dibawa oleh Cut Tursina, ibu angkatnya, ke RS St. Carolus, Jakarta. Di sini Arifin dapat pertolongan dan pengobatan.
Tapi, keajaiban terjadi. Setelah 1 bulan melalui masa kritis.
Akhirnya Arifin memasuki masa penyembuhan.
Selama kritis, ia mendapatkan pengalaman spiritual dari alam bawah sadarnya.
Hal tersebut semakin mengkukuhkan hatinya untuk jadi pengingat manusia agar selalu berzikir kepada Allah.
Sejak itu, ia mulai kembali mendalami dan berkonsentrasi di bidang agama. Yang tadinya dosen, ia beralih menjadi penceramah.
Ia mulai hadir sebagai penceramah pengganti bila ustaz utamanya tidak hadir.
Mulai dari sana, namanya mulai dikenal jemaah pengajian.
Bahkan jamaah langsung meminta Arifin mengisi pengajian sebagai penceramah utama.
Pada tahun 1999, ia pindah ke depok dan mulai memimpin zikir di Masjid Al-Amr Bittaqwa di Perumahan Mampang Indah II, Depok.
Ia mengenalkan zikir berjemaah. Pada awalnya dihadiri oleh tiga orang. Selanjutnya, jemaahnya terus bertambah.
Alhasil, pengajian zikir yang digelar selalu dipenuhi jemaah dengan seragam baju warna putih.
Sejak itu, tempat kegiatan Arifin Ilham dikenal sebagai Majelis Az-Zikra.
Namanya pun makin populer sebagai ustaz dengan suara khas dengan lantunan lapaz-lapaz zikir kepada Allah.
Ia mulai tampil di acara-acara besar dan beberapa media televisi. Jemaahnya makin banyak.
Ia pun mengembangkan majelis zikirnya ke luar daerah Depok.
Pada 7 Juni 2009, majelis zikir secara resmi dipindahkan ke kawasan perumahan Bukit Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat.(*)

