CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Wali Kota Amsakar Achmad memberikan peringatan tegas kepada jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan Batam.
Ia menyatakan siap melakukan perombakan besar di jajaran internal pemerintah apabila tiga persoalan utama yang dikeluhkan masyarakat, yakni sampah, air bersih, dan banjir, tidak segera ditangani secara serius.
Pernyataan tersebut disampaikan Amsakar saat memimpin Apel Gabungan sekaligus Halal Bihalal bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra di Dataran Engku Putri, Batamcenter, Senin (30/3/2026) pagi.
Di hadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para deputi dan direktur di lingkungan BP Batam, Amsakar menegaskan komitmennya untuk menuntaskan tiga persoalan mendasar tersebut.
“Kalau tiga isu besar ini tidak bisa kita selesaikan, maka kabinet akan kita bongkar,” tegasnya.
Amsakar mengungkapkan bahwa saat ini Pemerintah Kota Batam tengah menjajaki kerja sama dengan investor asal Tiongkok yang menawarkan teknologi modern dalam pengelolaan sampah.
Teknologi tersebut, menurutnya, termasuk yang terbaik di dunia dan dinilai mampu menjadi solusi untuk persoalan sampah yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Investor ini memiliki teknologi yang sangat maju, bahkan masuk dalam jajaran teratas di dunia dalam hal inovasi pengelolaan sampah. Saat ini masih dalam tahap kajian,” jelasnya.
Ia juga meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, agar segera bergerak cepat dalam menindaklanjuti berbagai rencana penanganan sampah.
Hal serupa juga disampaikan kepada Kepala Badan Riset Daerah Batam, Efrius, agar tidak terlalu lama dalam melakukan kajian tanpa menghasilkan implementasi nyata.
“Kami memahami jika pejabat baru membutuhkan waktu beradaptasi. Tapi jangan terlalu banyak kajian tanpa ada realisasi di lapangan,” katanya.
Menurut Amsakar, dari total 15 program prioritas yang diusung bersama Li Claudia Chandra, sebagian besar telah menunjukkan hasil positif.
Bahkan, sekitar 12 program dinilai telah berjalan dengan baik.
Namun ia menegaskan, berbagai capaian tersebut akan terasa kurang berarti apabila tiga masalah utama yang paling dirasakan masyarakat, sampah, air bersih, dan banjir belum dapat ditangani secara optimal.
“Keberhasilan program lain bisa saja tertutupi jika tiga masalah besar ini tidak kita selesaikan,” ujarnya.
Selain menyoroti kinerja program prioritas, Amsakar juga meminta seluruh pegawai di lingkungan Pemko Batam dan BP Batam untuk turut membantu meluruskan informasi yang tidak tepat di media sosial, terutama terkait kinerja pemerintah.
Menurutnya, dengan jumlah pegawai yang mencapai sekitar 15 ribu orang, pemerintah memiliki potensi besar untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Kalau semua bergerak, kita bisa membantu meluruskan informasi yang keliru. Tidak perlu membela secara berlebihan, cukup disampaikan secara proporsional agar masyarakat tahu bahwa masalah-masalah ini sedang ditangani,” katanya.
Di akhir arahannya, Amsakar mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk meningkatkan disiplin kerja dan respons cepat dalam menjalankan tugas.
Ia menekankan bahwa setiap rapat harus segera diikuti dengan langkah konkret di lapangan, bukan sekadar menjadi rutinitas tanpa hasil nyata.
“Jangan bekerja biasa-biasa saja. Kalau hanya standar, itu tidak akan tercatat dalam sejarah. Yang dibutuhkan adalah kinerja yang melahirkan lompatan dan terobosan,” tegasnya.
Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada para pegawai yang selama ini telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam menjaga reputasi serta pelayanan Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan Batam kepada masyarakat.(ham)

