CENTRALBATAM.CO.ID, SIAK – Kondisi fasilitas di Pelabuhan Mangkapan, Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Provinsi Riau dikeluhkan para calon penumpang, Minggu (29/3/2026).
Minimnya sarana dan membludaknya antrean kendaraan pada arus balik lebaran Idulfitri membuat sebagian warga terpaksa bermalam di ruang tunggu pelabuhan hingga beberapa hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan ruang tunggu ferry domestik maupun ruang tunggu pelabuhan RoRo dipenuhi penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan.
Sebagian di antara mereka terlihat beristirahat di kursi bahkan di lantai karena waktu tunggu yang cukup lama.
Tak hanya penumpang pejalan kaki, antrean kendaraan yang hendak naik kapal RoRo juga terlihat mengular panjang di area pelabuhan untuk antre mendapatkan tiket.
Kendaraan pribadi hingga truk tampak berjejer menunggu giliran naik kapal tujuan Batam maupun Tanjung Balai Karimun.
Situasi ini memicu keluhan dari masyarakat yang merasa fasilitas pelabuhan belum mampu menampung lonjakan penumpang dan kendaraan.
Salah satu calon penumpang, Edi, mengaku sudah menunggu cukup lama untuk bisa berangkat.
“Sudah semalaman kami di ruang tunggu ini. Kursi terbatas, banyak juga yang terpaksa tidur di lantai. Harapan kami fasilitas di pelabuhan ini bisa diperbaiki supaya penumpang lebih nyaman,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Dedi, pengendara yang membawa kendaraan pribadi untuk menyeberang ke Batam.
Ia mengaku harus menunggu hingga lima hari agar kendaraannya bisa masuk ke kapal RoRo.
“Antreannya panjang sekali. Saya sudah masuk lima hari menunggu di sini belum juga dapat kepastian untuk masuk kapal. Semoga ke depan jadwal kapal bisa ditambah,” katanya.
Sementara itu, Yuni, salah satu penumpang yang juga menunggu keberangkatan kapal, mengungkapkan bahwa kondisi ruang tunggu semakin padat saat malam hari.
“Kalau malam, ruang tunggu penuh sekali. Banyak keluarga dengan anak-anak juga menunggu di sini. Mudah-mudahan fasilitasnya bisa diperbaiki supaya lebih layak,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup menyulitkan bagi penumpang yang harus menunggu lama tanpa fasilitas memadai.
Sementara salah satu petugas pelabuhan yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa lonjakan penumpang dan kendaraan pada puncak arus balik lebaran Idulfitri menjadi penyebab antrean panjang di pelabuhan tersebut.
“Memang dua hari ini terjadi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan yang hendak menyeberang, terutama tujuan Batam dan Tanjung Balai Karimun. Kapasitas kapal yang ada masih terbatas, sehingga antrean tidak bisa dihindari,” jelasnya.
Ia menambahkan pihak pelabuhan terus berupaya mengatur jadwal keberangkatan serta antrean kendaraan agar proses penyeberangan tetap berjalan lancar.
Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat meningkatkan fasilitas dan kapasitas pelayanan di Pelabuhan Mangkapan Tanjung Buton agar penumpang tidak lagi harus menunggu berhari-hari untuk menyeberang.(bur)

