BERBAGI
Dokter Spesialis Emergency Medicine RSUD Raja Ahmad,Yusmanedi Thabib

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Seperti diberitakan oleh Media Singapore Straistimes.com minggu (20/11/2016), menyatakan bahwa “peserta Spartan Race, Syed Mohamed Yusof (37) meninggal setelah nyawanya tidak tertolong setelah di RSUP Kepri,”

Menanggapi hal ini, Dokter Spesialis Emergency Medicine RSUD Raja Ahmad Thabib atau RSUP Kepri di Batu 8 Atas Tanjungpinang menjelaskan kronologis meninggalnya peserta malang itu.

“Syed jika berdasarkan pemeriksaan dan catatan yang ada, meninggalnya sebelum sampai ke RSUP. Hal itu sesuai catatan kronologis yang dibuat saat peristiwa, dimana Syed ini meninggal di Lagoi bay. Namun tetap dibawa kesini” ujar Yusmanedi pada awak Media (22/11/2016).

Menjelaskan kronologis kejadian pukul 17.35 sebelum Syed dibawa ke RDUP, pihaknya terlebih dulu menerima telepon dari Lagoi yang meminta merujuk Syed ke RSUP.

Pukul 18.30, pihaknya kembali menerima konfirmasi dari dokter klinik di Lagoi yang memberitahu pasien telah diberangkatkan menggunakaan ambulan menuju RSUP. Lima menit kemudian, pihaknya melaporkan kalau pasien sedang dalam perjalanan ke UGD.

Kemudian pukul 19.00, Syed telah tiba di RSUP dengan kondisi resusitasi jantung paru (RJP), tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami gagal napas. Namun meski berada dalam kondisi RJP, Pasien tak dilengkapi alat monitor saat tiba. Influse line pun juga sudah terlepas dan telah terintubasi.

Dari serangkaian kronologis yang pihaknya catat, Yusmanedi mengatakan, Syed jelas sudah meninggal sebelum tiba di rumah sakit.

“Jadi kalau keterangan saya berdasarkan perawat saya di sana, pasien sebenarnya sudah dinyatakan meninggal di Lagoi, tapi tetap dibawah ke sini (RSUP). Kenyataannya, saya sempat datang (di RSUP) dan itu juga ada dokternya dari Singapura waktu itu, saya lihat secara klinis, dan saya periksa. Dari pemeriksaan saya nampak di tubuh pasien ada tanda tanda lebam mayat,”tambahnya menjelaskan.

Masih dikatakanya, tanda lebam mayat kata Yusmanedi pada tubuh Syed berdasarkan medis menandakan tanda kematian. Artinya, pasien bisa diperkirakan telah menghembuskan napasnya sekitar 20 atau 30 menit sebelum akhirnya tiba di UGD.

“Jadi, bisa dinyatakan pasien meninggal di tempat (lokasi event) atau pasien meninggal di perjalanan ke rumah sakit. Itu berdasarkan tanda lebam mayat yang kita periksa,”ungkapnya.

Jika dilihat dari pemberitaan oleh Media Corps Strigtimes Singapore terlihat adanya rekayasa alias melemparkan kesalahan pada pihak RS lokal Bintan. Hal ini diduga karena pihak Lagoi bay tidak ingin disalahkan karena dianggap tidak dapat menjadi pelaksanaan event-event yang akan datang.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY