BERBAGI
Salah satu aksi perwakilan GAN dalam aksi protes

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Himpunan putra-putri Indonesia yang tergabung dalam Gaung Anak Negeri (GAN) Kepri mengecam tindakan semena-mena Subkon asal China,Han.

Kecaman ini disampaikan GAN kepada subkon yang mengerjakan konstruksi PT BAI itu lantaran memecat salah satu buruh lokal asal Kalimatan, M Yassin. Pemecatan M Yassin ini dinilai GAN tidak sesuai prosedur karena Yassin harusnya mendapat hak-haknya sebagai pekerja.

Berikut pernyataan Dewan Pendiri GAN kepada Centralbatam.co.id.

“Kami dengan tegas mengecam tindakan sepihak subkon PT. BAI Asal china beijing yg mem-PHK tenaga kerja lokal M Yasin dengan alasan yg tidak berdasar. Hal ini tentu akan menjadi preseden buruk bagi dunia ketenaga kerjaan di kepulauan riau khususnya kabupaten Bintan. Seharusnya dalam hal ini Pemkab Bintan melalui dinas tenaga kerja harus dpat melindungi hak-hak tenaga kerja lokal. Jangan sampai kemudian perusahaan asing berbuat sesukanya di daerah kita.

Saya harus katakan bahwa Bupati hri ini harus segera menyikapi permasalahn ini dengan serius, guna memastikan bahwa negara dan daerah ini punya aturan main yang wajib di taati oleh siapa pun apalagi orang asing. Pemerintah jangan diam atau takut dengan nama besar perusahaan asing! Kami minta pemerintah segera bertindak dan segera menyelesaikan permasalahn ini secara komprehensif dan tuntas.

Kita tidak mau ada upaya-upaya kesengajaan yg dilakukan pihak perusahaan untuk memberhentikan tenaga kerja lokal dengan berbagai alasan lalu kemudian memasukkan tenaga kerja asing asal negaranya untuk menggantikan. Hal ini patut dicurigai mengingat akhir-akhir ini maraknya tenaga kerja asing ilegal berkedok wisman yg mulai melirik dan masuk di wilayah kepulauan riau,” tulis Dewan Pendiri GAN, Muhhamad Fhirman, Selasa (20/12).

Mengakhiri pesannya ia kembali negaskan “GAN KEPRI akan melakukan upaya upaya persuasif untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini. Namun apabila hal ini tidak ditanggapi maka kami akan secara lantang melakukan aksi masa memboikot subkon PT.BAI yang berbuat semena mena terhadap pribumi dan tenaga kerja lokal,” tulis pria yang juga pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia wilayah Kepri itu.

 

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY