BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI selain capek dan mengeluarkan sejumlah uang untuk biaya Kunjungan, ternyata tidak sadar setelah sampi di Bintan dibohongi pula.

Pasalnya, pada saat Kunjungan Kerja (Kunker) mereka di Kawasan Agropolitan di Toapaya Selatan mereka dibawa ketempat pertanian milik dua orang pengusaha Bintan.

“Kasihan mereka (DPR RI) itu, jauh-jauh ke Bintan habiskan anggaran dan capek dijalan malah dibohongi dibawa ke oertanian yang bukan asli milik warga. Sebab dilokasi itu ada 2 milik pengusaha orang china J dan A,” ujar salah satu warga, Arya pada centralbatam.co.id, Rabu (2/11/2016).

Lebih lanjut dikatakan pria yang merupakan warga asli Toapaya itu mengatakan kedua petani yakni Dadang dan kawanya yang bawa untuk diwawancarai oleh para anggota Dewan itu bukan asli orang Toapaya. Namun, mereka adalah warga pendatang dari Sunda dan menjadi pekerja di pertanian milik Jhon.

“Mereka dibohongi juga masalah petani yang didiwancara itu bukan merupakan warga sini,”tegasnya.

Ditambahkannya, kalau memang anggota DPR RI itu sengaja datang ke Bintan untuk kunker dan melakukan pengawasan terhadap APBN, harusnya mereka bertanya kepada warga sekitar. Namun karena kebiasaan Dewan untuk kunker sekedar jalan-jalan, mereka tidak pedili anggaran itu sudah telat sasaran atau belum.

“Semua sudah disetting oleh Dinas pertanian baik lokasi maupun orang yang diwawancara. Bahkan lokasi yang ada didalam foto itu juga merupakan milik salah satu pengusaha,” ujarnya.

Ia berharap, sebagai warga negara Indonesia anggota Dewan saat kunker tidak hanya sekedar meninjau lalu ambil foto sebagai bukti sudah samoai dilokasi. Namun lebih pada penelusuran proyek itu sehingga pemakaian Anggaran Pemerintah tepat sasaran.

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY