BERBAGI
Kepla Kesbangpol, Karya Hermawan

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN – Banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang dipekerjakan oleh PT Bay membuat Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Karya Hermawan kesal.

 

Ia mengatakan, sangat menyangkan karena beberapa pekerja yang dipekerjakan oleh PT tersebut merupakan pekerja biasa atau bukan pekerja ahli. Karenanya, Hermawan mengatakan akan melakukan krocek dulu pada pihak imigrasi Tanjungpinang.

“Iya saya juga mendengar disana banyak asal China, tapi kita akan cek dulu pada pihak imigrasi jika mereka memiliki visa kerja atau tidak. Kalau masih visa kunjungan yang digunakan yamkita pulangkan merekamke Negara asal,” ujar Hermwpawan usai rapat pengawasan orang asing di Pasar Tani Toapaya, Jumat (18/11/2016).

“Harusnya mengingat PT Bay berada di wilayah Bintan, sudah seharus mereka merkruit pekerja lokal. Karena masyarakat Bintan masih ada pengangguran,” tambahnya pria yang hobby koleksi batu akik ini.

Lebih lanjut dikatakan Hermawan, Pemerintah Bintan tidak ada niat sama sekali untuk menghalang-halangi invistasi. Justru dengan melaporkan setiap pekerja asing yang bekerja di salah satu perusahaan pemerintah akan memberikan perlindungan.

“Jadi kita tidak ada niat menghalangi investasi. Kita malah melindungi pekerja itu jika sudah melaporkan diri,” tegashya.

Ia menambahkan, setiap ada permasalahan terkait orang asing yang disalahkan adalahkan pemerintah setempat. Padahal beberapa PT nakal malah tidak pernah melaporkan ke pihak kita terkait adanya TKA yang berada dilingkungannya.

“Kalau ada masalah terkait orang asing, yang disalahkan Pemerintah. Padahal mereka sendiri yang tidak melapor ke kita,” jelasnya.

Masih ditambahkannya, agar orang asing ini tidak menyalahkan visa kunjungannya, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai FKPD dan SKPD terkait.

“Ya, itu (pengawasan orang asing) yang barusan kami bahas barusan. Makanya disini ada juga dari kepolisian, TNI, dan BPMPD serta tokoh masyarakat,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY