BERBAGI
Kapolres Bintan, AKBP Febri Guntur Sunoto, bersama BNNK TPI menujukan BB dari para terduga pengedar Narkoba

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Polisi Resort (Polres) Bintan mengungkap adanya jaringan narkoba internasional yang melakukan aksinya di wilayah Bintan.

Hal ini terungkap pada jumpa pers di Kantor Polres Bintan di Bintan Buyu, Kamis (29/9/2016). Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto pada jumpa pers mengatakan total penangkapan pelaku yang diduga menjadi pengedar narkoba di wilyah Bintan kali ini merupakan kasus terbesar.

Ia mengatakan, selama ini tidak ada Bandar narkoba yang ditangkap dengan Barang Bukti (BB) sampai 700 gram atau hampir 1 kg. Dan setelah dilakukan pengembangan terhadap para tersangka, jaringan ini diduga jaringan internasional.

“Ini pertama kali Polrse Bintan melakukan penangkapan terbesar di wilayah Bintan. Sebab barang bukti sebanyak ini tidak pernah diungkap sebelumnya. Ada dugaan jaringan ini merupkan jaringan internasional” ujar Febri.

Diceritakan Febri, pada tanggal 21 September 2016 angota Satnarkoba Bintan menangkap seorang bernisial S (27) warga Pekan Baru (Riau) yang diduga pengedar narkoba di Wacope, Kelurahan Sei Enam, kecamata Bintan Timur (Bintim). Dari tangan tersangka didapati 2 paket narkoba jenis sabu-sabu seberart 200 gram dan 5 paket plastic yang diduga untuk memecah-mecah barang haram tersebut. Selain itu, pihaknya juga turut mengamankan uang sebesar Rp 250 sebagai BB.

Dari hasil pengembangan, tanggal 23 September 2016 anggota Satnarkoba Bintan kembali menangkap tersangka inisial NN warga Batam. Dari tangan NN diamankan 5 narkoba jenis sabu seberat 500 gram. Selain itu, dari tangan tersangka juga diamankan sebanyak 565 pil ekstasi.

“Kemudian, setelah dilakukan pengembangan terhadap tersangka S dan NN malamnya anggota kembali menangkap tersangka lain GB yang merupaka komplotan para pengedar ini,” ungkapnya.

Informasi yang didapat dari hasil pengembangan terhadap ketiga tersangka, lanjutnya, didapati informasi seorang warga Negara Malaysia yang namannya masih dirahasiakan berhasil kabur. Hal ini diduga tersangka dari Negara tetangga itu sudah mengetahui kalau jaringan mereka bocor.

Meskipun demikian, polisi dengan 2 bunga melati dipundaknya itu berharap dapat mengankap pelaku asal Malasyia itu. Sehingga peredaran narkoba di wilayah Bintan dapat ditekan.

 

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY