CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bintan Irma Annisa mengaku risih atas beberapa orang yang menelpon dirinya serta memaksa untuk meloloskan beberapa calon honorer.
Ia mengatakan, orang yang menelpon itu mengaku merupakan seorang pejabat. Kemudian dalam pembicaraanya, Anisa mengatakan sang pejabat itu memberitahu kalau ada beberapa anggotanya ikut seleksi penerimaan honorer.
“Ada terima telepon, katanya dia pejabat, dia bilang ada anggotanya yang yang melamar sebagai honorer ,” ujar Irma, Kamis (8/12/2016).
Lebih lanjut ia katakan mengaku sudah memiliki jawaban jitu jika ada telepon yang mengatasnakan dirinya pejabat tersebut. Dia mengatakan, semua honorer sama statusnya. Tak ada namanya keluarga atau kenalan pejabat.
“Ya mungkin maksudnya, agar anggota atau kenalannya itu dipermudah urusannya dalam seleksi honorer saat ini. Tapi sikap kami jelas, kami hanya menerima honorer dengan kualifikasi yang bagus,” ujar Irma mencurigakan.
“Jadi kami tak melihat kenalannya si ini si itu, yang penting yang kami terima ya yang benar benar berkualitas dibuktikan dengan lulus komptensi yang akan kami gelar,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan awak media, pernyataan Irma ini sangat tidak mungkin. Pasalnya, istri dari Kadis Pertanian ini tidak pernah mengangkat nomor telpon yang tidak ia kenal.
Menanggapi hal ini, salah satu peserta yang tidak lolos dalam seleksi, Yuni mengatakan itu cuma permainan BKD saja untuk menghilangkan jejak persengkokolan antara sesam pejabat.
“Ya, lihat aja nanti. Pasti semua sudah diatur dramanya (permainan) dalam penerimaan ini,” ujar Wanita yang minta namanya ini disamarkan.

