BERBAGI
Bupati Bintan, Apri Sujadi

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN -Kurangnya minat siswa/siwi sekolah membaca membuat kualitas pendidikan di Bintan seakan berjalan di tempat. Selain itu, banyaknya permainan seperti permainan di gadget, laptop maupun di komputer (warnet) mengakibatkan tempat-tempat kursus juga minim peminat.

Akibatnya setelah lulus dibangku sekolah, tidak jarang membuat putra/i Bintan terpaksa menjadi pengangguran karena ilmu pengetahuan yang dimiliki masih ketinggalan dibanding daerah lain.

Hal ini terlihat dari beberapa perusahaan perhotelan atau resort yang ada di Bintan. Dimana para pekerja umumnha berasal dari luar Bintan seperti Jawa dan Sumatra. Seandainyapun ada beberapa pekerja asal Bintan, sangat jarang ditemukan berada di posisi leader seperti Capten, Supervisor atau dilevel managerial.

Berdasarkan dari pantaun dilapangan, meskipun pengusaha di Bintan mengklaim pekerja mereka merupakan pekerja lokal, namun kenyataan para pekerja lokal yang dimaksud adalah pekerja lokal dari daerah lain.

Pemerintah melalui Dinas pendidikan dan Olahraga (Dispora) memang bertugas untuk meningkat kualitas pendidikan atau Sumber Daya Manusia (SDM). Namun bukan berarti orangtua lepas tangan begitu saja. Sebab, waktu sang anak berada selama 8 jam anak disekolah, dan kemudian 16 jam lainya berada dirumah.

“Kita berharap orang tua dapat meningkatkan keterlibatannya meningkatkan kualitas SDM di Bintan. Sebab generasi bangsa (siswa/i) ini merupakan tanggungjawab bersama,” ujar Bupati Bintan, Apri Sujadi, Jumat (18/11/2016).

Hal ini disampaikannya, sebagi bentuk keprihatinan terhadap minat baca anak di Bintan yang masih kurang. Seperti tempat perpustakaan kurang banyak dikunjungi, dan juga tempat-tempay less (kursus) bisa dikatakan sepi.

Apri berharap orangtua bisa memberikan dorongan pada anak agar rajin membaca buku di perpustakaan baca buku dan mengikuti less tambahan. Sehingga begitu lulus sekolah dapat diterima disalah satu perusahaan yang ada di Bintan.

“Siapaun yang rajin membaca dan belajar, pasti pintar. Karena secara otomatis mindsetnya akan dibentuk oleh apa yang dipelajari. Dengan begitu, saya yakin anak-anak Bintan dapat mengisi posisi-posisi bagus,” akunya.

Perkembangan dunia pariwisata di Bintan yang tergolong pesat, lanjutnya, harus putra/i Bintan tidak perlu menjadi pengangguran. Tapi hal itu bisa terjadi kalau kualitas SDM sudah memenuhi standart.

“Ya itu aja, saya juga lagi memikirkan cara agar dapat mensosialisakan hal ini pada orangtua siswa. Sehingga meereka dapat membantu pemerintah untuk menigkatkan kuakitas pendidikan di Bintan,” pungkas.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY