BERBAGI
Lamen sarih dan Ansar Ahmad

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN–Ketua DPRD Bintan, Lamen Sarih berharap agar Mantan Bupati Bintan, Ansar Ahmad dapat bicara apa adanya.

Hal ini dikatakan Lamen menanggapi pernyataan Ansar saat ditanya terkait kelanjut Pergatian Antara Waktu (PAW) Lamen Sarihi. Saat itu, Ansar Ahmad mengisyaratkan Lamen Sarihi harus diganti karena tidak memihak pada kepentingan partai.

“Ya, kalau menurut saya (PAW) kalau memang tidak menguntungkan partai buat apa dipertahankan. Kita ini kan sebagai orang partai harus mengutamakan kepetingan partai,”ujar Ahmad belum lama ini ditemui di Rumahnya Tanjungpinang.

Menanggapi pernyataan Ansar, Lamen dengan santai mengatakan berharap agar Ansar lebih bijak lagi dalam bicara. Sebab, menurutnya selama Ansar Ahama memimpin Golkar tidak ada perubahan yang berikan pada partai. Karena itu, dirinya meminta pimpinan partai Golkar Pusat agar melakukan secara vertical dari bawah keatas.

Baca Juga:  Selalu Jadi Mitra Pemerintah, Wakil Bupati Bintan Aprisasi LAM

“Kalau Pak Ansar bilang menguntungkan Partai, harusnya beliau harus evaluasi dahulu. Karena selama 5 tahun beliau memimpin Golkar tidak ada perubahan yang dibawa untuk Golkar,” ujar Lamen Rabu (29/6/2016).

“Salah satu contohnya adalah tidak ada kantor Golkar yang dibangun oleh Pak Ansar. Bahkan Kantor Golkar di Provinsi yang membangun adalah Pak Ismeth dan Pak Sani (kedua mantan Gubernur Kepri). Sertifikatnya saya yang pegang kok,” tegasnya.

Diceritakanya, selama Ansar Ahmad memimpin Golkar di Kabupaten Bintan, dirinya dan Dalmasri (Wakil bupati-red) selalu berpindah-pindah kontrak partai. Selain itu dirinya juga menyinggung kegagalan Ansar pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2015 lalu.

“Pilkada tahun 2015 lalu juga beliau gagal. Karenanya saya berharap pimpimpan pusat untuk melakukan survey langsung dilapangan untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya,” tegasnya.

Baca Juga:  Apri Sujadi Minta RSUD Bintan Tingkatkan Mutu Pelayanan

Meskipun begitu, dirinya tidak menyalahkan Ansar berkata demikian karena semua orang berhak bicara. Namun dirinya berharap agar kedepan bupati dua periode Bintan tersebut dapat bicara lebih bijak.

“Sebab, sebagai pejabat atau mantan pejabat sudah semestinya kita lebih teliti memilih kata-kata yang baik untuk digunakan. Karena masyarakat saat ini sudah pintar menilai. Kan kasihan Pak Ansar sendiri kalau bicarakan saya tidak menguntungkan partai, padahal masyarakat juga dapat melihat kalau tidak ada kantor Golkar yang dibangunya,” ungkapnya.

 

Penulis : Setianus Zai

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan