BERBAGI
Kapal | Foto : Nat

CENTRALBATAM.CO.ID,BINTAN –Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bintan, Yandrisyah mengatakan tidak peduli keselematan masyarakat Tambelan yang menggunakan Kapal Ikan pulang pergi (PP) dari Tambelan ke Tanjungpinang dan kembali Tambelan.

Pernyataan ini disampaikannya saat ditanya terkait keselamatan dilaut sehubungan sering terjadinya kasus kecelakaan di laut.

“Oh itu resiko mereka sendiri menggunakan kapal ikan. Jadi jangan salahkan kami kalau terjadi ada apa-apa (kecelakaan),”ujar Yandrisyah saat dikonfirmasi melalui telpon Senin (22/8/2016).

Menurutnya, kapal ikan tidak diperbolehkan digunakan sebagai alat transportasi laut karena kurangnya keamanan (Savety). Sehingga jika terjadi sesuatu pada kapal, maka penumpangnya bisa berada dalam bahaya.

Menananggapi pernyataan Dishub ini, salah satu Masiswa, Ranjis asal Tambelan menyayangkan pernyataan sang Kadishub. Sebab, sebagai kepala Dinas harusnya Yandrisyah memberikan komentar membangun dan bukan langsung mengkritik.

“Terus terang kami sangat kecewa adanya pernyataan itu dari beliua (Kadishub). Karena harusnya beliau bisa memposisikan diri dipihak sehingga paham alasan kenapa kami harus menumpang kapal ikan tersebut,”keluhnya.

Lebih lanjut dikatakan, jika memang Kadishub peduli pada masyarakat harusnya dia meminta agar kapal tersebut diperlengkapi dengan berbagai alat keselamatan.

Masyarakat Tambelan sendiri terpaksa menggunakan kapal ikan sebagai alat transportasi setelah dua Kapal Motor (KM) Nusantara 39 dan 30 berhenti belayar. Kemudian oleh DPRD bersama DinasPerhubungan Propinsi Kepri mengusulkan Kapal PT Pelni sebagai penganti.

Namun kapal PT Pelni sendiri hanya bisa melayani masyarakat Tambelan sebanyak 2 sampai 4 kali dalam sebulan. Sementara menurut masyarakat dan mahasiswa yang jadwal keberangkatan kapal ini terlalu lama. Sehingga mereka memutuskan untuk menggunakan kapal ikan jika jadwal kapal ini tidak sedang berlayar.

Penulis : Setianus Zai

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY