BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN -Subkontrak asal China, Han yang mebangun proyek di PT Bay Kalangbantang diduga tidak memiliki izin kerja di Bintan. Berdasarkan dari penuturan beberapa pekerja disana mengatakan setiap kali ada aparat yang turun kelapangan dia (Han) selalu lari.

“Kami yankin dia (Han) itu tidak memiliki izin kerja di Bintan. Kanrena setiap kali ada polisi atau aparat pemerintah dianya kabur terus,” ujar M Yasin ditemui di depan post Satpam PT Baym Tabu (14/12/2016).

Selain diduga tidak memiliki izin ker, diberitakan sebelumnya, Subkon asal China bertindak semena-mena tanpa menjunjung tinggi sistem ketenaga kerjaan di Indonesia. Hal ini terlihat saat manager asal China pemilik nama asli, Lossan memecat karyawan lokal yang dari Kalimatan, Muhamad Yassin (MY)

Diceritakan MY, selama 5 bulan kerja di ia tidak pernah diikut sertakan pada program Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). Bahkan kata MY, keselamatan kerja pun tidak sesuai prosedure.

“Justru saya ketika meminta peralatan safety untuk keamanan kerja, malah saya di pecat,” ujar MY kesal ditemui di Kalangbatang, Rabu (14/12/2016).

Diceritakan MY, kejadian ini berawal kemarin (13/12) saat dirinya bekerja di PT Bay bagian ngelas. Karena sarung tangan ia kenakan sudah tidak layak alias robek, iapun berniay meminta diganti dengan baru. Namun sialnya, kontraktor asal China itu langsung membentak dan menyuruh pulang.

Kemudian, MY memutuskan pulang ke mess. Keesokan harinya, (hari ini-red) kontraktor yang pernah didemo warga Kalangbatang itu datang ke mess MY dan menyuruhnya pulang ke Kalimantan.

Tidak hanya sampai disitu, ketika MY meminta haknya sebagai tenaga kerja yaitu semacam pesangon untuk ongkos pulang, dirinya justru mendapat perlakuan kasar dari Han. Han yang merupakan pria kelahiran China itu menantang pemerintah.

“Dia bilang silahkan saja lapor pemerintahmu. Saya tak takut,” kata MY tirukan pernytaan Han.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY