CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Kebijakan Bupati Bintan, Apri Sujadi memilih Camat Bintan Pesisir (Binsir), Zulkhairi, sebagai Ketua Pemuda Tempatan (Perpat), dinilai oleh masyarakat dan masiswa Bintan merendahkan masyarakat Bintan. Pasalnya, di Bintan banyak pemuda asli (tempatan) yang berkompeten dan memiliki pontensi untuk menjadi pemimpin sebuah organisasi.
“Menjadikan Zulkkhairi (camat Binsir-red) adalah pelecehan atau merendahkan masyarakat Bintan sendiri. Ini tidak adil dan patut dicurigai,” ujar salah satu masiswa Bintan, Zulkurniawan pada centralbatam.co.id, Kamis (5/1/2017).
Ia menambahkan, selama ini Perpat tidak berbuat aneh seperti yang terjadi baru-baru ini yang menyatakan akan sweeping mahasiswa yang demo. Namun setelah dipimpin oleh camat yang angkat oleh Apri, Perpat mulai berulah.
“Sepengetahuan saya, dulu-dulu gak pernah ada aksi Perpat yang menyatakan akan sweeping masiswa yang demo. Ini kemungkinan besar merupakan arahan dari Bupati sendiri,” ujar Pria masiswa Sitisipol Raja Haji ini.
Selain itu, Ia juga mengkritik sikap Perpat yang memberikan peryataan akan sweeping pendemo. Sebab Indonesia merupakan Negara Demokrasi, sehingga sah-sah saja kalau demo menyampaikan aspirasinya.
“Ini kan negara demokrasi bung, ngapai larang-larang pendemo,” tambahnya.
Ditanya kenapa tidak ikut aksi demo, masiswa yang berdomisili di kecamatan Gunungkijang ini mengatakan saat itu hujan deras. Sehingga ia dan ratusan orang lain terpaksa tidak bisa ikut berpartisipasi.
“Sebenarnya ada sekitar ratusan orang yang mau ikut saat itu, tapi karena huja tidak jadi,” ucapnya
Sementara itu, Jonsen salah satu warga Kawal juga menyangkan sikap Zulkhairi yang tidak melarang anggota Perpat mengeluarkan pernyataan ‘Sweeping’.
“Camat itu harusnya memberikan pencerahan bagi anggotanya (Perpat), bukan malah membiarkan mereka mengelurkan pernyataan yang bertentangan dengan demokrasi,” ungkapnya.
Jonsen berharap aparat kepolisian segera menindak peryataan Perpat ini. Sebab, jika dibiarkan akan terjadi kegaduhan ditengah masyarakat.

