BERBAGI
Bupati duduk bersama jajaran direktur PT BAI dan Kementrian bidang perokomian

CENTRAKBATAM.CO.ID, BINTAN –Bupati Bintan Apri Sujadi lakukan pertemuan khusus dengan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang selama ini memperkerjakan puluhan karyawan asal China. Selain banyak memperkejakan pekerja asal China, salah satu subkon yang mengerjakan reklamasi disana memecat karyawan tanpa sesuai dengan prosedur.

Acara yang mempertemukan Bupati Bintan dengan PT ini sendiri dalam acara pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bersama menteri koodinator Bidang perekonomian.

Rapat itu dilaksanakan di Ruang Rapat Serayu Lt.III Gedung Ali Wardhana , Jalan Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta Pusat , Rabu kemarin ( 21/12 /2016) sore.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bintan mengatakan menyambut baik niat Kementrian ini rencana pembentukan KEK. Bahkan Apri mengatakan sudah tidak sabar menunggu pembentuk KEK ini.

“KEK ini dibentuk untuk mempercepat investasi daerah. Dan kita pemerintah sangat menyambut baik hal ini. Mudah-mudahan KEK ini cepat diberlakukan,” ujar Apri melalui Humas dan pemeberitaan, Selasa (22/12/2016).

Apri menyampaikan dirinya menyambut baik atas langkah – langkah Pemerintah Pusat dalam menanggapi apa yang menjadi aspirasi Pemerintah Daerah . Pemerintah Daerah akan terus melakukan koordinasi dan konsolidasi terhadap demi percepatan mengejar rencana KEK Kabupaten Bintan.

Ia menambahkan, apalagi diketahui bahwa PT Bintan Alumina Indonesia ( PT BAI ) yang hadir dalam Rapat Koordinasi tersebut juga sedang menggesa percepatan pembangunan sebagai pusat terpadu pabrik smelter yang akan menyerap ribuan tenaga kerja Putra / Putri Bintan .

“Pada prinsipnya kami akan terus melakukan koordinasi dan melaksanakan langkah-langkah selanjutnya untuk menyusun dalam rangka mengejar rencana KEK Bintan “pungkasnya .

Meskipun mengatakan akan menyerap ribuan tenaga kerja Lokal, namun sayangnya PT BAI selama ini lebih banyak mempekerjakan pekerja asal China. Sementara karyawan lokal seribg kali mendapat perlakukan kasar.

Para pekerja China yang bekerja di PT yang berpusat di China ini memang sudah bukan rahasia lagi. Namun meskipun demikian, keberadaan mereka jarang dipermasalahkan. Bahkan jika tidak terjadi pertengkaran antar pekerja China dan pekerja lokal beberapa bulan lalu keberadaan asal China tidak tercium oleh immigrasi.

Ada apa dengan Pemkab Binta yang seolah-seolah tidak mengetahui pekerja asal China ini? Hanya Pemkab lah yang tau.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY