BERBAGI
Fauziah pamerkan lampu kue tar buatanya

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN -Jika tidak ingin gigi anda rontok, maka jangan mencoba-coba memakan kue tar buatan Fauziah ini. Pasalnya, bukan kue tar sungguhan. Kue tar ini merupakan lampu hias yang ciptakan untuk menerangi sekaligus menghiasi ruangan rumah, hotel atau tempat-tempat lainnya yang dirasa pas.

Bahan-bahan yang digunakan oleh Fauziah pada lampu itu merupakan limbah laut seperti kulit kerang dan limbah lainnya.

Fauziah warga RT 02/ RW 05, Kelurahan Kawal ini mengatakan ia menciptakan lampu unik ini untuk menjawab permintaan pasar. Permintaan pasar itu kata Fauziah keunikan sebuah produk yang membuat pemiliknya tidak merasa bosan.

“Kalau model-model lampu biasa kan bosenin, makanya saya bikin lampu model gini. Semua bahanya dari limbah laut,” ujar Fauziah ditemui pada acara Deskranda Bintan di Gedung LAM, Sabtu (14/1).

Ditanya dapat ide darimana, ia mengatakan murni idenya sendiri. Namun ide ini muncul di benaknya saat Fauziah bersama temannya berbelanja lampu di sebuah toko lampu. Saat berada ditoko itu katanya, dirinya tidak jadi membeli lampu hias karena merasa terlalu monoton.

Fauziah mendomenstrasikan kue tar miliknya

“Dulu pas kami ke toko cari lampu saat lebaran, lampu-lampu disana saya lihat biasa aja. Jadi terlintas dibenak untuk menciptakan sebuah lampu yang enak untuk dilihat,” akunya.

Tak lama ide itu muncul, lanjutnya, dirinya pun membuat sebuah lampu berbentuk kue tar. Hasil karya pertama katanya ia langsung letakkan di kamar pribadinya bersama suami tercinta.

Mendapat banyak pujian dari anak dan suami atas kreatifitasnya itu, Fauziah pun mencoba melombakan hasil karyanya itu pada acara Launching Galery dan lukisan serta kerajinan di gedung LAM Bintan.

Meskipun tidak masuk dalam nominasi, Fauziah tetap berbangga hati. Pasalnya, beberapa orang luar telah membeli hasil karyanya itu.

“Saya tidak masuk nominasi, tapi tak apa-apa. Saya akan berupaya mempercantiknya lagi kedepan.” akunya.

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY