BERBAGI
Kadisparbud Bintan bersama romongan Arkeologi Medan sedang mengamati bekas kayu kapal Lancang kuning

CENTRALBATAM.CO.ID,BINTAN –Para peneliti dari Balai Arkeologi Nasional (BAN) Medan menyambangi Bintan Lagoi untuk meneliti kapal kayu di Lagoi bay yang diduga memiliki nilai sejarah serta dapat dijadikan obat.

Kedatangan rombongan ini langsung disambut oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebuayaan (Kadisparbu) Bintan, Luki Zaiman Prawira. Senin (1/8/2016).

“Kedatangan mereka ke Bintan untuk melihat material sisa kapal. Mereka akan membawa sampel kayu untuk dianalisis di aboratorium arkeologi nasional di Medan,”ujar Luki melalui.

Dikatakanya, selama ini ada beberapa dugaan serta cerita yang berkembang, bangkai kapal itu memiliki nilai historis dengan usia ratusan tahun. Selain itu, bangkai kapal yang akan diteliti tim arkeolog ini juga disebut sebut merupakan bagian perahu lancang kuning.

Lancang kuning merupakan cerita yang cukup terkenal di seantero jagat melayu. Banyak tafsir dan fersi atas kisah lancang kuning ini.

“Jadi apakah material kayu yang ada di pantai Lagoi saat ini merupakan potongan legenda kapal lancang kuning? Itu yang sedang mereka teliti untuk memastikannya,”jelasnya.

Ditambahkanya, meskpiun nantinya kayu ini tidak bersal dari Lancang Kuning, namun kayu tersebut dipastikan memiliki sejarah ratusan tahun. Karena itu, tetap mendapatkan nilai historis.

Selain itu, rombongan ini juga akan kembali mengunjungi bukit di Kelurahan Kawal untk melakukan penilitian lanjutan. Sebab penelitian perlu dilakukan secara berulang-ulang untuk memastikan hasilnya.

Penulis : Setianus Zai

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY