BERBAGI
Warga Lubuk Baja Kota Batam antre untuk dapatkan paket sembako beberapa waktu lalu | Foto istimewa

CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN–Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Bintan dinilai setengah hati membagikan sembako murah. Pasalnya, dari 8.800 masyarakat Bintan yang kurang mampu, hanya 3.714 paket yang disediakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil menengah (Disperindagkop).

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Bintan melalui Disperindagkop akan menggelar bazaar murah secara serentak di 10 kecamatan, Jumat (24/6/2016).

Pasar murah yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bintan 2016 sebesar Rp259.980.000 ini digelar dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok untuk 8.800 masyarakat kurang mampu se-Bintan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijiriah.

Namun dari alokasi dana tersebut, Disperindagkop dan UKM hanya mampu menyediakan paket sembako seharga Rp70 ribu itu untuk 3.714 masyarakat kurang mampu saja. Sedangkan 5.086 lainnya tak bisa mendapatkan atau tidak kebagian paket sembako murah dalam memenuhi kebutuhan lebaran.

“Paket sembako murah yang disediakan ini hanya mampu membantu setengah dari masyarakat kurang mampu se-Bintan. Namun harapkan kita dengan semua ini bisa meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup menjelang lebaran,” ujar Bupati Bintan, Apri Sujadi saat dikonfirmasi, Jumat (24/6/2016).

Paket sembako yang dijual seharga Rp70 ribu untuk 3.714 jiwa masyarakat kurang mampu tersebut berisikan gula pasir sebanyak 2 Kilogram (kg) dengan harga Rp23.250, minyak goreng sebanyak 2 kg dengan harga Rp15.250, tepung terigu sebanyak 2 kg dengan harga Rp15.250 dan Sirup Marjan sebanyak 2 botol dengan harga Rp 16.250.

“Kedepannya kami akan mengusahakan agar paket sembako murah ini bisa memenuhi permintaan seluruh masyarakat kurang mampu se-Bintan,” katanya.

Sementara Aji salah satu warga kelurahan Kawal warga memiliki pendapat lain atas apa yang dilakukan oleh Pemkab Bintan. Menurutnya, operasi pasar ini tidak merata atau dengan kata lain setengah hati.

“Pemkab tidak jelas, lebih dari setengah malah tidak mendapat apa. Ini kan namanya setengah hati membantu,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Aji, jika memang Pemkab Bintan memiliki hati maka sudah semestinya mereka (Pemkab) menyediakan sembako untuk seluruh keluarga kurang mampu di Bintan. Sehingga tidak terjadi pada masyarakat lain yang merasa perlu mendapat bantuan juga.

 

Penulis : Setianus Zai

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY