BERBAGI
Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarto (kanan) yang menangani perkara Ahok, mendapat promosi kenaikan jabatan jadi Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, Bali | Foto : Den

CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA – Beberapa saat setelah menangani perkara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarto langsung mendapat angin segar.

Kibasan angin segar ini menyejukkan, dengan dipromosikannya sang Hakim yang menghukum Ahok dengan pidana penjara selama 2 tahun menjadi hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali. Ikut dipromosikan juga anggota majelis Ahok lainnya.

Berdasarkan berkas promosi dan mutasi yang didapat dari situs resmi Mahkamah Agung, Kamis (11/5/2017), Dwiarso dipromosikan lewat rapat Tim Promosi dan Mutasi (TPM) Mahkamah Agung pada Rabu (10/5/2017) kemarin. Dwiarso, yang juga Ketua PN Jakut, digantikan Cakra Alam, yang saat ini menjabat Ketua PN Makassar.

Baca Juga:  Kodim 0315 Bersama Asparnas Kepri Melakukan Kegiatan Fogging

Adapun anggota majelis Ahok, Jupriyadi, dipromosikan menjadi Ketua Pengadilan Negeri Bandung. Abdul Rosyad juga ikut dipromosikan menjadi hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Palu.

Selain nama-nama di atas, juru bicara PN Jakut, Hasoloan Sianturi juga dipromosikan menjadi hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Jambi.

Sebagaimana diketahui, Ahok diadili oleh majelis:

Hakim Ketua:
Dwiarso Budi Santiarto

Hakim Anggota:
1. Jupriyadi SH
2. Abdul Rosyad SH
3. Joseph V. Rahantoknam SH
4. I Wayan Wirjana SH

Di tengah persidangan, Hakim Joseph meninggal dunia dan digantikan oleh Didik Wuryanto. Kini masing-masing Hakim yang mendapat promosi jabatan yang lebih tinggi itu disebut tengah mengurus kelengkapan administrasi, untuk kemudian menjabat di tempat dan posisi yang lebih melangit.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY