BERBAGI
WOM Fiance

CENTRALBATAM.CO.ID, JAKARTA-PT Bank Maybank Indonesia Tbk terus melanjutkan proses penjualan dan pengalihan saham Maybank Indonesia di WOM Finance. Perusahaan telah menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat (conditional shares purchase agreement) dengan PT Reliance Capital Management.

“Penjualannya bisa mencapai lebih dari Rp 700 miliar,” kata Taswin Zakaria, Presiden Direktur Bank Maybank Indonesia.

Sebelumnya, Maybank Indonesia akan menjual saham WOM Finance ke Reliance dengan nilai transaksi sebesar Rp 673,77 miliar. Bank milik investor Malaysia ini akan menjual dan mengalihkan seluruh saham di WOM Finance yang mencapai 68,55 persen.

Maybank Indonesia tercatat memiliki 2,39 miliar saham di perusahaan tersebut. Pengalihan saham ini tidak memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha bank.

Baca Juga:  Cuaca Buruk Kembali Tumbangkan Pohon, Polsek Gunungkijang Tingkatkan Patroli

Taswin menambahkan, penyelesaian pengalihan saham diharapkan dapat direalisasikan pada kuartal I tahun 2017. Karena transaksi ini akan menjadi efektif setelah pemenuhan beberapa kondisi di dalam perjanjian termasuk mendapatkan persetujuan dari regulator yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perolehan dana dari penjualan saham WOM Finance ke Reliance akan digunakan untuk kebutuhan ekspansi bisnis secara organik yaitu menyalurkan kredit. Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan penyaluran kredit kendaraan bermotor, Maybank Indonesia akan menjalankan skema kerjasama dengan perusahaan multifinance.

“Kami belum ada rencana menggunakan dana hasil penjualan WOM Finance untuk mendirikan perusahaan atau membeli perusahaan, karena kami sedang fokus pada pengembangan bisnis organik,” jelasnya.

Tahun 2017 ini, Maybank Indonesia mengincar pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10 persen. Maybank Indonesia atau kala itu masih bernama PT Bank International Indonesia Tbk (BII) pada 16 September 2004 mengambil alih saham perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor itu seharga Rp 493 per saham atau total Rp 400 miliar.

Baca Juga:  Pasca Bencana Tanah Longsor, Danramil 01/0315 Kerahkan Anggot Goro

Pada tahun 2016, penjualan kredit kendaraan bermotor tercatat turun 26,1 persen menjadi Rp 17,0 triliun per akhir tahun 2016 dibandingkan posisi Rp 23,0 triliun di akhir tahun 2015. (ktn/ctb)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY