BERBAGI
Tersangka Hung Cheng Ning alias Tony Lee (botak) Warga Negara (WN) Taiwan dan rekannya Raden Novi Prawira Jaya bin Rahmat alias Novi (kiri, kaos hitam), bersama penerjemah bahasa (batik) dan Kasi Pidum Kejari Batam, Ahmad Fuady (kanan) | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Surat dakwaan atas nama Hung Cheng Ning alias Tony Lee (46) Warga Negara (WN) Taiwan dan rekannya Raden Novi Prawira Jaya bin Rahmat alias Novi (31) yang selundupkan 26,6 Kilogram sabu-sabu dinyatakan selesai. Kedua terdakwa pun diprediksi mulai disidangkan pekan depan.

Dakwaan, barang bukti, dan para terdakwa pun sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (14/3/2017) lalu.

“Sudah selesai (dakwaan, red) dan sudah juga kita limpahkan ke PN Batam,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samuel Pangaribuan, SH, saat dikonfirmasi.

Senada dan menguatkan, Kasi Pidum Kejari Batam, Ahmad Fuady, SH juga membenarkannya. “Sudah selesai, sudah saya minta Jaksa Samuel yang melimpahkan dakwaan, terdakwa dan bukti-bukti yang ada ke PN Batam,” tegas Fuad, sebagaimana akrab disapa.

Saat dikonfirmasi, jajaran Panitera Muda Bidang Pidana (Panmud Pidana) PN Batam juga membenarkan akan adanya pelimpahan tersebut.

“Iya, kemarin (Selasa, red) sudah kita terima (dakwaan, red). Dan kemungkinan pekan depan sudah mulai disidangkan, karena masa penunjukan Majelis Hakim yang menyidangkan, oleh Ketua PN hanya berlangsung 1 minggu. Jadi bisa jadi, ya minggu depan,” kata Panitera yang menerima dakwaan tersebut.

Saat di telusuri di situs informasi penelusuran perkara (SIPP) PN Batam, ternyata benar bahwa berkas tersebut telah dilimpahkan. Dengan nomor perkara 223/Pid.Sus/2017/PN Btm untuk terdakwa Hung Cheng dan 224/Pid.Sus/2017/PN Btm untuk terdakwa Raden Novi Prawira, kedua terdakwa ini dinyatakan siap untuk didudukkan di kursi persakitan.

Baca Juga:  Tidak Kantongi IMB, Camat Katang Bidara Minta Dinas Perizina Blacklist Kotage Kwansend Dan Hasim
Data pendaftaran perkara WN Taiwan di SIPP PN Batam | Foto : Ned

Kedua terdakwa ini dijerat hukum, lantaran diduga menyelundupkan 26.693 gram (26,6 Kg) sabu-sabu di balik lukisan Bunda Maria.

Dalam dakwaan, Jaksa Sam menjerat keduanya dengan dakwaan Primer, melanggar ketentuan Pasal ‎Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Subsider, melanggar ketentuan Pasal 113 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Lebih subsider, melanggar Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas kesalahannya, masing-masing terdakwa ini terancam pidana cukup berat. Mulai dari penjara 20 tahun, bahkan ancaman tertinggi yakni ‘hukuman mati’.

Usut punya usut, modus yang dilakukan keduanya dalam menjalankan tugas ilegal itu, yakni memasukkan 64 bungkus berisi sabu-sabu kedalam 2 lembar lukisan Bunda Maria.

“Satu lukisan berisi 31 bungkus dan satunya lagi 33 bungkus. Semuanya sabu, dibuat didalam lukisan. Tepatnya dibalik lukisan keagamaan itu,” kata Ahmad Fuady.

Jaksa Sam menambahkan, bahwa rute awal keduanya dalam memasok sabu ialah membawa barang haram itu dari China menuju Singapura.

“Sampai di Singapura, hendak dibawa ke Jakarta lewat jalur Singapura-Batam-Jakarta,” kata Jaksa Samuel.

Belum sampai di Jakarta, keduanya berasil dibekuk. Penanganan kasusnya diambil alih oleh Ditresnarkoba Polda Kepri. Dengan barang bukti sebanyak 26.693 gram sabu-sabu itu, keduanya terancam hukuman mati. “Ya, itu kisaran ancaman maksimalnya,” tandas Fuad.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY