CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Berdasarkan data hasil penelitian BNN dengan LIPI, penyalahgunaan narkoba tahun 2018 korban narkoba dari kalangan pelajar/mahasiswa sebanyak 3,21 persen. Jumlah ini setara dengan 2.297.492 jiwa. Kemudian dari kalangan pekerja sebanyak 2,1 persen atau setara dengan 1.514.037 jiwa.
Meskipun pemerintah telah menujunkan keganasan dalam pemberantas barang haram ini, tidak membuat para pelaku jera. Pasalnya, dalam dua tahun terakhir, jumlah barang bukti yang diamankan berjumlah 8,2 ton sabu-sabu dan 41,3 ton ganja serta 1,55 juta pil ekstasi dengan total tersangka 53.521 orang.
Hal ini kemudian membuat Kelompok Diskusi Nusantara (KDN) Kepri menggagas dialog kepemudaan dengan mengusung tema ancaman peredaran narkoba bagi pemuda diwilayah perbatasan.
“Ya kita ketahui bersama, bahaya peredaran narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya pelajar, tapi sudah merambah hingga ke oknum-oknum di pemerintahan,” ujar Billy disela-sela acara di Gedung LAM Bintan dengan peserta dari kalangan ormas, organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar dan masyarakat, Selasa (30/7/2019).
“Jadi, para pemuda perlu dibentengi dengan pemahaman mengenai bahaya narkoba,” tambah Billy.
Lebih lanjut ia menyatakan siap menjadi mitra pihak pemerintah dan swasta yang ingin menggelar kegiatan serupa. Bahkan, KDN siap diajak diskusi membahas tuntas mengenai bahaya narkoba ini.
Sementara itu, Kepala bidang strategi Kanwil Kemenhan RI di Kepri, Kolonel Napitupulu dalam materinya memaparkan rentannya wilayah perbatasan Indonesia menjadi pintu masuk narkoba.
“Jadi perlu strategi untuk mencegah (narkoba) masuk ke Indonesia. Dan salah satunya kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba di Indonesia,” jelasnya.
Melalui dialog ini, diharapkan peredaran narkoba bisa ditekan sehingga generasi muda terbebas dari bahaya laten tersebut dan bisa menjadi generasi yang cerdas. (Ndn)

