CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Warga Desa Teluk, Kecamatan Sri Kuala Lobam diresahkan dengan kehadiran petugas puskesmas. Setelah ditelusuri, ternyata petugas itu adalah petugas bodong atau gadungan.
Dari sejumlah informasi yang diterima awak media, petugas bodong itu mendatangi rumah warga dan menawarkan bubuk abate. Abate ini katanya merupakan obat anti jentik nyamuk penyebab BDB dengan harga Rp 100 ribu.
Untuk meyakinkan para korbannya, petugas gadungan itu juga mengeluarkan kuintansi dan stempel Puskesmas yang belakangan diketahui juga bodong alias palsu.
“Bahkan mereka menawarkan dengan cara memaksa,” kata Amir yang mengaku tetangganya pernah ditangi oleh petugas bodong itu.
Menanggapi hal ini kepala Pusekasmas Teluk Sasah dr Kurniawan, meminta warga agar tidak mudah percaya terhadap kelakuan petugas bodong yang mengatasnamakan dari puskesmas tersebut.
“Mereka (pelaku) datang ke rumah-rumah warga dan mengaku ditugaskan oleh puskesmas untuk membagikan abate tapi harus bayar,” ujarnya, Jumat (19/10).
Terkait adanya warga yang masih membeli bubuk itu, ia mengatakan prihatin.
“Sayangnya masih ada warga yang tertipu, mungkin karena ditakut-takuti juga,” jelasnya.
Untuk itu, ia berharap kedepan meminta masyarakat langsung menolak jika pelaku dengan modus sama. “Kita juga minta agar masyarakat fotoin orangnya untuk diproses. Karena di puskesmas sendiri gak ada itu bagi-bagi bubuk apalagi kalau harus bayar,” pungkasnya. (Ndn)

