CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG – Ratusan masyarakat Tanjungpinang yang bergabung dalam Solidaritas Masyarakat Kepri, berunjuk rasa di depan kantor Gubernur, Nurdin Basirun, Senin (24/7/2017) pagi.
Kedatangan para demonstran itu tampak tertib dan dikawal penjagaan ratusan personel kepolisian.
Tampak beberapa atribut bertuliskan berbagai poin penolakan turut meramaikan jalannya aksi.
Tiba di depan kantor tersebut, orator dan koodinator aksi itu langsung menyuarakan aspirasinya terkait beberapa program Pemerintah Provinsi Kepri yang dianggap tidak efektif.
“Kami menolak secara tegas kelanjutan pembangunan jembatan layang di Tanjungpinang dan meminta Nurdin membatalkan proyek tersebut,” kata orator, dengan pengeras suara yang telah disiapkan massa.
Selain hal itu, massa juga mendesak Pemprov Kepri untuk segera menyelesaikan pembangunan di daerah-daerah di kabupaten/kota se-Kepri yang tidak efektif.
“Kami juga mendesak DPRD Kepri segera menolak proyek-proyek yang tidak bermanfaat dan mendesak Pemprov Kepri menyelesaikan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) yang sampai saat ini tidak berjalan dengan efektif,” cetusya.
Dihadapan para pengunjukrasa itu, barisan pagar betis personel kepolisian dari Polres Tanjungpinang tampak bersiaga.
Hingga kini, aksi itu masih berlanjut. Tak satupun pejabat pemerintahan yang terlihat menerima kedatangan massa yang terus berorasi itu.
“Mana Gubernur? Keluar dong, temui kami,” sindir orator.

