BERBAGI
Warga muslim sedang berdoa menjelang waktu buka puasa di Masjid Nabawi di Madinah Al Munawarah Arab Saudi beberapa hari yang lalu (foto www.sportourism.id)

CENTRALBATAM.CO.ID, ISLANDIA-Waktu terbit dan tenggelam matahari di sejumlah negara berbeda-beda. Hal ini membuat durasi lama berpuasa setiap muslim pun jadi berbeda.

Di Indonesia, waktu untuk menjalankan ibadah puasa mencapai kurang lebih 13 jam. Namun, di negara lain ada yang bisa mencapai lebih dari 20 jam.

Di Islandia misalnya, muslim menjalani puasa Ramadhan selama 22 jam. Hal demikian terjadi lantaran di wilayah lingkaran Arktik atau Kutub Utara ini, matahari hampir tak terbenam.

Apalagi jika muslim panas berlangsung, puasa di sana bisa lebih lama. Negara ini mengalami fajar mulai pukul 04.00 dan matahari terbenam sekitar pukul 23.00.

Bahkan, pada 14 Juni mendatang, matahari diprediksi benar-benar terbenam pada pukul 23.57. Artinya, mereka hanya mempunyai waktu dua jam untuk berbuka, shalat Tarawih dan makan sahur.

Seorang muslim asal Pakistan, Sulaman merupakan salah satu yang menjalani puasa selama 22 jam. Pria asal Pakistan yang pindah ke Islandia lima tahun lalu itu mengaku tidak merasa berat menjalani ibadah puasa.

“Dalam Islam, Anda berpuasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, jadi saya berpuasa selama hampir 22 jam. Iman yang membuat saya bisa menjalani ini. Jika Anda yakin, semua akan mudah dan lama-kelamaan tubuh Anda akan terbiasa karena itu sudah menjadi rutinitas,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi BBC, Selasa (29/5/2018).

Di sisi lain, istri Sulaman, Zara, tidak berpuasa di Ramadan tahun ini. Zara tengah mengandung. Meski begitu, ia akan tetap bangun saat fajar untuk membantu suaminya menyiapkan sahur. Sulaman makan sahur pada pukul 02.00.

Umumnya dia menyantap yoghurt dan buah sebagai menu sahur sehari-hari. Setelah menjalankan salat Subuh, Sulaman tidur selama lima jam sebelum bangun dan bersiap berangkat kerja. Dia mengatakan tetap bekerja seperti biasa dan tidak meminta keringanan karena berpuasa.

Hal senada juga disampaikan Yaman, pemilik restoran kebab di Reykjavik. Menurutnya, Iman dan ketakwaan membuatnya mampu menjalani puasa panjang tanpa mengeluh.

“Memang tidak mudah, tapi jika Anda sudah meyakini sesuatu, Anda akan tetap menjalaninya,” ujar dia.

Adapun, saat waktu berbuka puasa tiba, Yaman dan sekelompok umat Muslim lainnya lebih memilih melakukan buka puasa bersama di masjid sekaligus menjalankan salat Tarawih. Usai salat, mereka kembali sahur bersama sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Ada fatwa yang memperbolehkan Muslim yang tinggal di arktik untuk memilih salah satu dari tiga pendapat: Berpuasa mengikuti jadwal negara terdekat yang matahari terbit-tenggelam normal, mengikuti jadwal negara mayoritas Muslim terdekat, atau mengikuti waktu di Arab Saudi.

Karim Askari, Direktur Eksekutif Yayasan Islam Islandia mengatakan umat Muslim di Islandia bisa mengikuti anjuran manapun sesuai dengan keyakinan mereka. Menurut dia, mayoritas Muslim di negara itu mengikuti jadwal puasa di Islandia.

“Saya akan berpuasa sesuai waktu Reykjavik. Selama 21 jam tanpa makanan adalah waktu yang lama. Tapi Insya Allah, mayoritas Muslim di Reykjavik juga melakukannya,” kata Askari.

Dia mengatakan dua masjid di ibukota Islandia, Reykjavik, sepakat mengikuti jadwal puasa setempat. Namun ada beberapa masjid dan organisasi yang mengikuti waktu puasa di negara Eropa lainnya, salah satu Prancis.

Askari menyebut, sebanyak 2.500 populasi Muslim Islandia bebas memutuskan sikap terkait hal ini. Ia mengatakan, walau berpuasa hampir seharian namun dia tidak merasa kesulitan.

Menurut dia puasa di Islandia berbeda dengan di Asia atau Timur Tengah yang panas. Suhu di kota Reykjavik pada bulan Ramadan mencapai 8 derajat Celcius.

“Berpuasa di iklim yang panas jauh lebih sulit. Orang cenderung lebih mudah emosi karena lapar dan haus saat cuaca panas, namun di iklim yang dingin, puasa akan lebih mudah.”

Selain Islandia, waktu puasa yang cukup panjang juga dijalani umat Muslim di Swedia, Norwegia, dan Finlandia yang berpuasa selama 20 jam. Adapun umat Muslim di Inggris berpuasa selama 18 jam, sementara di Jerman, puasa berlangsung selama 17 jam.

Sebagaimana yang kita tahu, Islandia merupakan sebuah negara Nordik yang terletak di sebelah barat laut Eropa dan sebelah utara Samudera Atlantik. Terdiri dari Pulau Islandia dan beberapa pulau kecil di sekitarnya.

Islandia terletak 300 kilometer di sebelah timur Greenland dan 1.000 kilometer dari Norwegia. Negara memiliki populasi sebanyak 332.529 penduduk dan luas 103.000 km persegi, menjadikannya negara dengan penduduk terjarang di Eropa.

Ibukota dan kota terbesar di negara ini adalah Reykjavík. Reykjavík dan sekitarnya adalah tempat tinggal bagi dua pertiga populasi. (njs/bbc/okezone/wikipedia)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY