CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Beberapa Warga Kawal melaporkan ke pihak satlantas Bintan pengungsi dari Timur Tengah yang berada di salah satu resort km 25, Gesek, Kamis (10/10/2019). Pasalnya, para pengungsi itu seringkali membawa kendaraan ungal-ugalan serta melewati jalur tengah.
Akibatnya, beberapa pengendara sempat mengalami tabrakan.
“Saya kemarin pas ke Pom bensin dekat jembatan hampir di tabrak sama mobil yang dibawa oleh salah satu pengungsi itu. Untung saya menghindar,” ujar Jonjong Aritonga.
Pernyataan ini disampaikan oleh Jonjong usai mendengar wartawan media ini, Zai menegur pengendara yang hampir menabrak-nya. Kejadian ini sendiri terjadi lantaran pengendara asal Afghanistan itu langsung berbelok tanpa melihat dari belakang.
Sementara, Butris yang mengalami kejadian serupa juga mengatakan hal sama.
“Beberapa waktu lalu, pas saya belok kanan dari arah Tanjungpinang menuju Kantor Kelurahan Kawal saya hampir tabrak karena (pengungsi) mengambil jalur kanan,” paparnya.
Mendapati laporan dari warga, Anggota Satlantas Bintan, Brigadir Andy Dermawan bersama Bribda Alrazak yang bertugas di Pospolantas Gesek langsung terjun ke TKP yang berada di lapangan Bola kecamatan Gunungkijang.
“Kalian ini kan tidak punya SIM, jadi tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor. Apalagi, kalian tidak tahu kondisi jalan di sini. Nanti bisa-bisa membahayakan masyarakat sekitar dan kalian sendiri,” kata Andy ke para pengungsi.
Andy menjelaskan, masalah pengungsi ini bukan hanya terjadi kali ini. Bahkan Andy mengaku sudah sering mendapat laporan dari warga atas ungal-ugalan para pengungsi ini.
“Kami, dan imigrasi sudah menegur beberapa agar tidak membawa motor. Tapi mereka tetap saja mengulangi,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk menindak perbuatan para pengungsi itu untuk sementara pihaknya memberikan hukuman berupa push up. Namun jika kedepan masih melakukan hal serupa, akan ada tindakan lebih.
“Kedepan akan ada tindakan hingga penyitaan motor. Tapi ini masih kita koordinasi dengan atasan,” pungkasnya (Ndn)

