CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Sebanyak 19 warga dari Jawa Tengah (Jateng) di tipu oleh salah satu pemborong di PT BAI. Akibatnya, ke 19 pekerja itu terpaksa terlantar selama dua bulan di salah satu rumah warga di Desa Gunungkijang dan makan seadanya dari kiriman keluarga di Demak, Jateng.
Kepala koordinator para pekerja, Yanto saat dihubungi media ini menceritakan ia bersama 18 orang itu sebenarnya pada tanggal 23 April 2020 lalu sudah membeli tiket pesawat untuk pulang ke Jawa untuk keberangkatan pada tanggal 25 di bulan itu. Namun, pada tanggal 24 April 2020 status PSBB membuat pesawat batal berangkat.
“Sebenarnya kami sudah membeli tiket pada tanggal 23 April lalu untuk kembali ke Jawa. Namun karena status lockdown kami batal berangkat dan hanya di kasih voucher pengganti oleh maskapai,”katanya, Kamis (11/6).
Sejak bulan April itu, lanjutnya, ia selalu meminta uang kepada keluarga yang di Demak untuk membiaya makanan sehari-hari. “Kalau untuk kebutuhan sehari selama dua bulan di bantu sama bu Kantin, bu Kris. Dan untungnya, hari ini Pak Camat datang atas nama Pemerintah Bintan memberi bantuan. Kami sangat berterimakasih karena hal ini sangat membantu kami,” jelasnya.
Terpisah, camat Gunungkijang, Arief Sumarsono membernarkan hari ini ia mewakili Pemkab Bintan bersama Tagana memberikan bantuan kepada ke 19 pekerja yang terlantar. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama warga negara Indonesia.
“Iya, kami tadi ke sana. Kami sudah lama ingin memberikan bantuan itu. Namun baru hari ini terlaksana setelah selesai koordinasi dengan Dinsos dan pihak-pihak yang berniat membantu,”kata Arief.
Adapun bantuan yang diberikan oleh Pemkab Bintan melalu kecamatan yakni; beras, indomie, minyak dan banyak sembako lainya. (Ndn)

