BERBAGI
Gubernur Kepri, Uspika Belakang Padang dan pejabat lainnya saat sidak di pasar | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Dalam inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan sembilan bahan pokok (Sembako) di Kecamatan Belakang Padang, Selasa (13/2/2017) lalu, ada momen unik yang sayang terlewatkan.

Ya, momen unik itu tersiar dari cerita Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat tengah asyik memantau sembako sembari mendengar keluhan warga Hinterland di tempat itu.

“Jadi, saat saya sedang jalan menuju pasar. Ketemu sama ibu-ibu, lansung tanya-tanya mana Gubernur? Mana Walikota? Kok tidak peduli sama kami, yang hampir kehabisan stok makanan?” kata sekumpulan ibu-ibu di Kecamatan Belakang Padang, sebagaimana diulas balik sang Gubernur, Nurdin Basirun.

Kaum ibu yang tengah kewalahan, lantaran tidak teredianya bahan pangan di wilayah itu tampaknya tidak sadar tengah ‘mencari’ Gubernur dihadapan Gubernur itu sendiri.

“Iya, mereka cari Gubernur sama saya. Lah saya ini siapa memangnya? Merah muka saya dimarah ibu-ibu,” ungkap Nurdin dengan gelak tawanya.

Meski demikian, ia sadar, kepanikan warga akan kehabisan stok sembako itulah yang menjadikan kumpulan ibu rumah tangga itu mencari keberadaan Gubernur dihadapan Gubernur.

“Mereka tak salah tanya dimana Gubernur kepada saya‎. Kan saya tidak ada unsur politik disini, ga mau kampanye. Saya mau cek lapangan saja,” tuturnya.

Baca Juga:  Polres Bintan vs Polsek Jajaran: Skor 2-1
Gubernur Kepri, Uspika Belakang Padang dan pejabat lainnya saat sidak di pasar | Foto : Ned

Bahkan ia merasa bangga, lantaran dikenal sebagai sosok misterius yang memantau stok sembako di pasar Hinterland itu dibanding dikenal sebagai seorang Gubernur.

“Senang saya, lebih baik begitu. Dikira kita orang lain, jadi bisa lebih leluasa menemui warga dan menanyakan keluhannya. Kalaupun tak dikenal sebagai gubernur, plus dapat marah-marahnya ibu-ibu, tak apalah,” tegasnya.

Diketahui, Nurdin dan unsur pimpinan kecamatan (Uspika) Belakang Padang melakukan sidak lantaran semakin menipisnya sembako di pasar utama pulau penawar rindu itu.

Itu terjadi, lantaran ditangkapnya kapal pemasok sembako oleh jajaran DJBJ Tipe B Batam padan Jumat, dua pekan lalu.

Penangkapan itulah yang akhirnya membuat stok pangan menipis dan membuat warga Hinterland menjerit ‘Dimana Gubernur?’ meski sedang dihadapan gubernur itu sendiri.‎


BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY