CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Ulah pengungsi asal Afganistan bertandang ke rumah wanita bersuami kemarin (16/6/2019) berbuntut panjang. Beberapa warga kecataman Gunungkijang menyatakan akan mengusir sendiri para pengungsi ini jika pihak imigrasi tidak bisa mengawasi mereka.
Pernyataan keras ini disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat sekaligus Humas aliansi masyarakat GMPL, Andy. “Ini sudah ada 100 orang menyatakan akan mendemo pengungsi di Bandra. Kami ini mereka diusir saja kalau imigrasi tidak bisa melakukan pengawasan,” ujar Andy melalui telepon, Senin (17/6/2019).
Pernyataan ini disampaikan oleh warga karena merasa pengungsi ini tidak bisa memposisikan diri sebagai pengungsi. Dimana dengan posisi mereka sebagai pengungsi ini harusnya bisa menjaga etika dan sikap serta sopan santun dan menaati adat-adat istiadat yang berlaku.
“Ini bukan pertama kali loh mereka buat ulah! Sudah berapa kali mereka itu keluyuran di kampong-kampung warga tiap malam. Kemudian, kasus bermalam di rumah wanita bersuami ini juga bukan pertama kali,” kesalnya.
Lebih lanjut Andy menjelaskan, saat ini emosi warga sudah mulai memuncak paskah kejadian terkahir ini. Untuk itu, sebelum warga ini kedepan bertindak bringas, ia meminta pemerintah daearah segera turun tangan karena pihak imigrasi dalam hal ini Rudinem dinilai tidak bisa bekerja.
“(Rudinem) tahunya serahkan pengungsi ke sini terus lepas tangan begitu saja. Ini tidak becus, jadi jangan salahkan kami kalau terjadi apa-apa. Sebab selama ini daerah kita ini aman-aman saja sebelum mereka itu datang mengincar para janda dan istri orang disini. Dan yang lebih kita takutnya, mereka menyasar ke anak dibawah umur untuk kebutuhan biologis mereka,” tegasnya.
Untuk menyatakan keseriusannya, ia menegaskan dalam waktu dekat akan bergerak bersama warga lain demo di hotel Bandra.
“Dalam waktu dekat, kami akan demo. Dan jangan salahkan kami jika warga saat itu kehilangan control. Karena yang sudah menyatakan ikut saat ini ada 100, dan warga lain terus menyatakan dukungan ikut demo,” ungkapnya.
Ketika ada demo yang jumlahnya mencapai ratusan ini nantinya akan sulit mengontrol keadaan. Untuk itu, dengan tegas ia meminta pemerintah dan aparat segera lakukan tindakan representative agar tidak ada korban jiwa nantinya.
“Ini kan yang ikut ratusan orang, kan sulit tuh mengontrol satu – satu. Jadi kalau terjadi apa-apa, ya silahkan salahkan imigrasi dan para pengungsi itu,” pungkasnya. (Ndn)

