BERBAGI
Erupsi gunung Sinabung | Foto : Boy

CENTRALBATAM.CO.ID, BERASTAGI-Gunung berapi aktif terbesar di tanah Karo, Berastagi, yakni gunung Sinabung, Sumatera Utara kembali memuntahkan material vulkanik, Kamis (21/7/2016) pagi tadi.

Erupsi atau letusan kecil gunung api ini terjadi, hingga membuat geger masyarakat sekitar gunung wisata itu. Kini status gunung tersebut menjadi Awas dan masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di dekat puncak.

Selain itu, para wisatawan dan pendaki gunung terpaksa dibubarkan dan diperintahkan turun gunung. Ini dilakukan guna meminimalisir dan mencegah jatuhny korban, pasca erupsi.

Saat dikonfirmasi, Deputi Meteorologi stasiun BMKG Medan, Yunus Swrinoto turut membenarkannya.

“Memang telh terjadi satu kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter, teramati guguran lava sejauh 1.200 meter ke arah Tenggara-Timur,” ujar Deputi Meteorologi BMKG Yunus Swarinoto dalam keterangannya, Kamis (21/7/2016).

Dia mengatakan saat ini Gunung Sinabung berstatus awas.

BMKG merekomendasikan agar masyarakat atau wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 Km dari puncak, dan masyarakat dalam jarak 7 Km untuk sektor Selatan-Tenggara, dalam jarak 6 Km untuk sektor Tenggara-Timur, serta dalam jarak 4 Km untuk sektor Utara-Timur Laut.

Dia mengimbau warga yang ada di sekitar Gunung Sinabung segera dievakuasi ke lokasi yang aman.

“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” ujar Yunus.

BMKG mengatakan saat ini di Sinabung bercuaca mendung, kondisi angin tenang dan suhu udara sekitar 16-18°C. Yunus melaporkan kondisi Gunung Sinabung pada hari ini sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

Tak Hanya Sinabung..

Tidak hanya gunung Sinabung saja yang saat ini bergejolak, mempertunjukkan kemha dahsyatannya.

Rabu, (20/7/2016) lalu, Gunung Soputan, Sulawesi Utara juga terjadi gempa tektonik sebanyak 3 kali, kini Gunung Soputan tertutup kabut.

Gunung Soputan berada di tingkat waspada, di dominasi nois angin. Masyarakat diimbau tidak beraktifitas di dalam radius 1,5 km dari puncak dan didalam wilayah sektor arah barat-barat daya sejauh 2,5 km.

Gunung Api Gamalama, Ternate, Maluku Utara pada (20/7/2016) kemarin juga mengalami gempa tektonik jauh. Gunung yang memiliki ketinggian 1.715 mdpl itu dalam level II atau waspada, masyarakat diimbau untuk tidak terlalu dekat puncak.

“Masyarakat di sekitar. Gunung Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendaki/beraktivitas di dalam radius 1.5 km dari kawah puncak. Gunung Gamalama,” ujar KESDM, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Pos Pengamatan Gunungapi Gamalama.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan