CENTRALBATAM.CO.ID, TANJUNGPINANG – Jumlah penderita sakit mata di Kota Tanjungpinang meningkat pada Agustus ini. Peningkatannya cukup signifikan.
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kota Tanjungpinang mencatat pada bulan Januari terdapat sebanyak 61 orang penderita, Februari sebanyak 36 orang, Maret 18 orang, April 39 orang, Mei 82 orang, Juni 59 orang, Juli 48 orang dan Agustus sampai pekan ketiga sebanyak 321 orang.
Berdasarkan data tersebut konjungtivitis atau sakit dari Januari sampai Juli 2017 sebanyak 344. Sedangkan khusus agustus sampai pekan ketiga saja tercatat sebanyak 321 orang.
Sedangkan persebaran penderita berdasarkan puskesmas, paling banyak di Puskesmas Tanjungpinang yakni 130 orang, kemudian 52 orang di puskesmas Mekar Baru, disusul Puskesmas Batu 10 ada 43 orang, Sei Jang 35 orang, Tanjung Unggat 18 orang dan puskesmas Kampung Bugis 15 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kota Tanjungpinang Rustam menjelaskan memang bulan Agustus mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Untuk itu dia meminta kepada masyarakat untuk melakukan langkan pencegahan.
“Jadi kita minta masyarakat dapat memahami tanda dan gejala nya. Untuk kemudian melakukan langkah pencegahan dan pengobatan yang benar,” kata Rustam, Sabtu (26/8/2017).
Menurutnya sakit mata adalah peradangan pada konjungtiva, yakni selaput lendir yg menutupi bagian putih mata dan bagian kelopak mata dalam. Sakit ini dapat mengenai semua usia.
“Biasanya akan mengenai kedua bola mata. Meskipun dapat dimulai dari satu mata dan meyebar ke mata yg lainnya dalam 1 atau 2 hari,” katanya.
Penyakit tersebut, lanjutnya, dapat disebabkan oleh bakteri maupun virus, sehingga dapat menular dari orang ke orang lain.
Pencegahannya bisa dilakukan dengan membersihkan tangan dengan sabun. Kemudian tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani anggota keluarga yang sakit mata.
“Jangan menggunakan handuk atau lap bersama dengan penghuni rumah lainnya. Kemudian bekas tissu untuk membersihkan mata langsung dibuang ke tempat sampah. Khusus untuk anak- anak yang sakit mata, sebaiknya izin tidak masuk sekolah, agar tidak menularkan ke anak lain yang sehat. Sehingga jumlah penderita tidak bertambah banyak,” tandasnya.

