BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Tukang ojek bejat alias Predator anak-anak, yakni Wan Chairuddin bin Tengku M. Adam dihukum Ketua Majelis Hakim, Zulkifli, SH dengan pidana penjara selama 8 tahun, Kamis (21/7/2016) sore.

Bukan sembarang menghukum, Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Batam akhirnya memutus terdakwa Wan Chairuddin dengan pidana tersebut lantaran berbuat tidak senonoh pada korbannya RA (8), yang masih duduk dibangku sekolah dasar.

Diketahui, terdakwa yang telah berusia lanjut ini bekerja sebagai tukang ojek. Ia mengaku biasa mengantar-jemput korbannya RA, kesekolahnya dengan menggunakan sepeda motor merek Honda Revo dengan nomor plat BP 2473 MJ.

Namun, dalam beberapa kali mengantar dan menjemput korban dari sekolahnya. Sang terdakwa yang juga dikenal dengan panggilan ‘Atuk’ ini mulai berpikiran kotor dan kerap memperlihatkan film-film berbau pornografi ke korbannya.

Baca Juga:  Palsukan Tes PCR, 8 WNI Ditangkap di Pelabuhan Batam Centre, Tiga Orang Positif Covid-19

Perbuatan ini semakin memuncak, seiring dengan semakin memuncaknya birahi sang tukang ojek bejat ini.

Perbuatannya menjadi akhir perjalanan karirnya menjadi seorang tukang ojek, dengan laporang sang ibu korban yang dilayangkan kekantor kepolisian.

Saat ditanya oleh sang ibu, korban mengaku sering dirabah oleh terdakwa dan kerap diperlihatkan tayangan-tayangan yang melanggar norma asusila.

Atas perbuatan si Atuk, korban mengalami luka pada bagian kemaluan. Ini turut dipertegas dari hasil Visum Et Revertum Nomor: 40/072/IF/RSUD-EF pertanggal 15 Maret 2016 lalu yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Christiawaty, dokter pada RSUD Embung Fatimah Kota Batam berdasarkan sumpah jabatan.

Perbuatan terdakwa, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan terhadap Undang-undang Nomor  23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak‎.

Baca Juga:  Pria Tewas di Depan Samarinda Shoping Center Diketahui Budi Damanik, Pisau Masih Menancap di Dada

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ritawati, dalam tuntutannya menjerat terdakwa dengan pidana penjara selama 9 tahun.

Atas penerpan Pasal tersebut pula, Ketua Majelis Hakim Zulkifli, SH yang didampingi Hkim Anggota Hera Polosia dan Imam Budi Putra Noor menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 8 tahun, denda Rp 60 juta.

“Dengan ketentuan, apabila denda terseut tidak dibayarkan. Haruslah diganti dengan pidana kurungan selama 1 tahun,” tegasnya.

Atas putusan tersebut, sang predator anak ini mengaku menerima putusan Hakim. Hal yang sama juga dilontarkan JPU Ritawati, yang juga menyatakan menerima amar putusan tersebut.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan