CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Bukannya menjalankan ibadah solat tarawih beberapa hari menjelang hari kemenangan, puluhan bahkan ratusan remaja tanggung di Batam malah berjoget ‘liar’ di Gang Bahari, Batuaji, Batam.
Aksi tersebut telah terpantau lebih dari tiga kali, hingga tim Central Batam melakukan pengumpulan data ke lokasi itu.
Tepat malam tadi, Senin (19/6/2017), sekitar pukul 21.00 WIB acara joget erotik yang akrab disebut para penggemar lokasi itu sebagai ‘Pesta’ mulai mendentumkan musik hip-hop dan remix dengan suara kencang.
Layaknya sedang diadakan pesta rakyat, lokasi itu kian menggila dengan kedatangan para tamu yang tak terduga.
Tamu tak terduga tersebut merupakan kumpulan remaja, mulai dari usia sekitar 14 tahun sampai dengan muda-mudi berusia diatas 21 tahun ada disana. Hal yang sangat disayangkan, pesta gila anak remaja itu digelar hingga pukul 03.00 WIB, Selasa (20/6/2017) WIB.
Penasaran akan hal yang terjadi di dalam, beberapa tim kemudian mencoba masuk kedalam kerumunan remaja nakal itu. Lokasi tersebut tepat berada di pinggir Jalan Brigjend Katamso, Batuaji, Batam.
Berjarak sekitar 50 meter dari ruas jalan utama, tepatnya di sisi kiri jalan dari arah Tanjunguncang menuju Sekupang, lokasi itu tampak jelas bagi setiap pengendara yang melintas.
Melangkah lebih dekat, tampak sebuah gapura yang terbuat dari balok kayu dan lembaran logam tipis bertuliskan ‘Welcome To Gang Bahari’. Sedikit melangkahkan kaki melewati naungan gapura, tampaklah hal yang lebih membuat mata tak berkedip.
Tak dapat dipungkiri, di dalam gang tersebut tampak seperti pemukiman padat penduduk alias rumah liar (ruli) yang dihuni puluhan warga. Tampak juga lapangan yang didirikan tenda berhiaskan lampu kelap-kelip, menambah lengkapnya kegilaan malam itu.
Layaknya berada di sebuah kelab malam, alunan musik remix pun diputar sang operator. Beberapa lagu yang populer saat ini juga sempat diputar, salah satunya lagu remix ‘naik-turun’.
Sekilas tampak biasa, namun tak lama sekelompok remaja dan pemuda mulai merapat ke bawah tenda dan terus mendekat. Lampu utama pun dipadamkan, hanya ada lampu remang-remang yang menemani para remaja dan pemuda itu dalam lekukan tubuh yang terus bergoyang mengikuti alunan lagu.
Parahnya, beberapa remaja dan pemuda tampak membuka baju dan melanjutkan pasangannya yang terus berjoget panas.
Karena tak dapat mengambil gambar di dalam lokasi dengan alasan keselamatan dan penyamaran, tim hanya duduk dan menyebar memperhatikan setiap kenakalan yang terjadi di dini hari itu.
Semakin lama, goyangan semakin menggila. Beberapa remaja puteri bahkan memeluk pasangannya dan tak segan bercumbu ria di tengah keramaian dan remangnya lampu kelap-kelip.
Melangkah lebih dalam, tim mencoba berbincang-bincang dengan beberapa remaja di lokasi itu. Ari Saputra (14), Beni (15), Ririn (14), Ratna Safitri (15) dan salah seorang pemudi berparas menawan bernama Yulia (22) turut menikmati sensasi subuh yang mulai berembun.
“Kita sering kesini, kan rame sama teman-teman,” kata Ari Saputra.
“Seru, banyak yang cantik-cantik. Apalagi kalau bawa pasangan, bisa bawa ke pojok situ tuh. Tempatnya adem, ada bale-balenya (alas duduk bersandaran, red),” kata Beni, sembari menunjukkan arah ke sebuah lokasi lainnya.
Beni menyebutkan, lokasi yang disebutnya merupakan lokasi yang dikhususkan untuk para tamu yang membawa pasangan. Berbagai aksi tak senonoh pun kerap terjadi di lokasi tersebut.
“Banyak maksiat disana, bahaya. Kita ikut joget-joget saja disini (di bawah tenda, red).
Pesta terus berlanjut dan tamu semakin ramai. Beberapa pengendara yang peasaran melihat keramaian di dalam gang itu hanya dapat menatap dari kejauhan.
Penasaran, seorang pengendara menghentikan laju sepeda motornya dan bertanya kepada salah satu kru media.
“Ada apa di dalam? Ada pesta ya? Kalau mau masuk bayar gak,” tanya pengendara itu dihantui rasa penasaran.
Pengendara lainnya tampak hanya terdiam dan menatap penuh arti ke tengah keramaian. Bastian namanya, pria asala Alor itu tampak tersenyum sinis melihat kenakalan remaja kekinian kota Batam itu.
“Rusak sekali generasi sekarang. Itu tempat tidak bagus, dulu saya pernah tinggal di dalam. Tapi karena sering pesta-pesta begitu saya pindah, saya gak mau anak-istri saya terpengaruh,” kata Bastian kepada tim di lokasi.
Parahnya, kata Bastian, meski bermusik kencang dan banyak remaja di dalamnya. Mobil patroli kepolisian yang selalu hilir-mudik tak pernah sekalipun menertibkan lokasi itu.
Dia beralasan, tidak ada acara atau pesta apapun yang boleh digelar hingga selarut itu. “Ini sudah jam 3 pagi, kok masih ada (pesta, red). Nah, itu lagi banyak remaja. Kenapa tidak diamankan saja? Apa karena libur sekolah, jadi mereka boleh sepuasnya begitu?” tanya warga Alor itu.
Pantauan di lokasi, memang tampak mobil patroli hilir-mudik. Benar saja, tak satupun dari mobil patroli itu yang berhenti dan membubarkan pesta erotik tersebut.
Seperti tidak terjadi apa-apa, para petugas berseragam lengkap dan berlampukan rotator biru nan silau malah lewat begitu saja.
Alangkah mirisnya, sirine mobil patroli yang kerap berlalu-lalang di jalan itu pun seolah tak lagi digubris. Pesta tetap berlanjut, meski petugas berjaga di malam yang kian surut.

![[Video] Ratusan Remaja Tanggung ‘Goyang Erotik’ di Gang Bahari](https://i0.wp.com/centralbatam.co.id/wp-content/uploads/2017/06/maxresdefault-2.jpg?fit=755%2C425&ssl=1)