BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Terlihat pusaran angin disekitar wilayah Pelabuan Domestik Punggur (PDP), Batam Kepulauan Riau, sekitar pukul 09.30 WIB, Minggu (24/7/2016) pagi.

Dua pusaran puting beliung tanpak jelas menggulung, tepat diatas permukaan laut. Kejadian menyeramkan ini terjadi, sekitar 300 meter dari PDP Batam.

Warga sekitar mengatakan, kejadian tersebut bermula sejak pagi. Dimana gumpalan awan gelap pekat terlihat mulai menumpuk di atas langit Kota Batam, khususnya wilayah Punggur.

“Mulai pukul 08.00 WIB tadi pun sudah mulai gelap, dan akhirnya turun hujan lebat ditambah angin kencang yang juga berhembus,” kata Malik, salah seorang calon penumpang di PDP Batam.

Tidak berselang lama, lanjutnya, kondisi sekitar lokasi semakin gelap dan mulai muncul pusaran angin kecil di atas awan yang terlihat dari kejauhan.

“Terus.. terus saya perhatikan, lah, makin jadi pusaran angin tersebut. Makin turun ke bawah pusaran itu, dan wujudnya semakin besar,” ujarnya.

Sementara itu, di lokasi juga terlihat pusaran angin yang berputar diatas perairan wilayah Punggur ini terus bertambah besar.

Dibawah pusaran angin, terlihat juga permukaan air laut yang berputar deras dan perlahan terangkat dengan putaran angin tersebut keatas.

Sekitar 200 meter dari lokasi pusaran angin pertama, terlihat juga pusaran angin yang menghembus ke sejumlah pulau-pulau kecil yang kosong, yang ada di wilayah perairan Kepri.

Dua pusaran angin puting beliung tampak di beberapa pulau kosong dan berhembus dahsyat di atas permukaan laut ini sempat membuat beberapa penumpang kapal tujuan Tanjungpinang‎ ketakutan.

Kondisi gelombang laut akibat pusaran dua angin raksasa ini sempat meninggi dan membuat beberapa perjalanan laut dengan menggunakan kapal sempat terombang-ambing dan kemudian melambat.

Beberapa ABK kapal di Oceanna 10 tujuan Tanjungpinang, yang berangkat dari PDP Batam sempat memaksa seluruh penumpang yang duduk di deck kapal untuk masuk ke dalam.

Akan peristiwa ini, beberapa personel kapal menyebut fenomena alam ini kerap terjadi saat awan hitam dan hujan lebat mengguyur.

“Memang sudah biasa, tapi jarang sampai ada 2 pusaran begini,” tegasnya.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY