BERBAGI
Mendagri RI Tito Karnavian dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat meninjau vaksinasi booster di sela-sela launching vaksinasi dosis ketiga atau booster tingkat Provinsi Kepri, yang dipusatkan di Vihara Duta Meitreya Kota Batam, Rabu (13/1/2022)

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam laporannya mengapresiasi kegiatan launching vaksinasi booster yang sangat mendapat sambutan masyarakat luar biasa, Kamis (13/1/2022).

Dari data yang dilaporkan, di vihara sendiri, yang sudah mendaftar secara online, lebih dari 5000 orang.

“Ini menunjukan antuasisme masyarakat luar biasa,” Ansar.

Ansar juga melaporkan, sampai saat ini capaian vaksinasi di Kepri, sudah sangat menggembirakan dan melampaui target.

Vaksinasi dosis pertama usia 18 tahun ke atas sudah mencapai 102 persen dan dosis kedua mencapai 82 persen. Angka ini jauh di atas rata-rata nasional.

Sedangkan untuk lansia, dosis pertama telah mencapai 81 persen dan dosis kedua 66 persen.

Baca Juga:  Jelang Imlek, Yayasan Vihara Dharma Shanti Bagikan Ratusan Paket Sembako

Vaksinasi anak usia 12-18 tahun, dosis pertama mencapai 103 persen dan dosis kedua 89 persen.

Sedang anak usia 6 sampai 11 yang baru di launching pada 12 Januari lalu, sudah mencapai 68 persen.

Gubernur Ansar menerangkan, prioritas vaksinasi booster tahap awal ini di Kepri untuk usia 18 tahun ke atas.

Selain mengutamakan lansia, kelompok rentan dan kelompok immunocompromised, juga para pekerja sektor pariwisata.

Alasannya, upaya untuk pembukaan travel bubble di Kepri masih terus diupayakan. Vaksinasi booster ini akan menambah keyakinan wisatawan untuk datang ke Kepri.

Pemerintah Singapura sudah memberi sinyal akan membuka perbatasan laut dengan Kepri melalui jalur bebas karantina (VTL), dan hal ini juga terus dibahas oleh pemerintah Indonesia, seperti yang pernah diungkapkan oleh Presiden Jokowi, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Biar Makin Tahan Terhadap Serangan Covid-19, Gama Himbau Warga Vaksin Booster

Pemberian vaksinasi booster ini juga dipastikan relatif lebih aman karena keluhan efeksamping atau Kejadian Ikutan Pasca Imuninasi (KIPI), potensinya sangat kecil sekali.

Pasalnya, vaksin booster yang digunakan adalah jenis heterolog atau vaksin kombinasi.

Masyarakat yang selama ini vaksin primernya Sinovac, akan mendapat vaksin booster Pfizer atau AstraZeneca hanya setengah dosis saja atau 0.25 mililiter (ml).

Sedangkan untuk vaksinasi dosis pertama dan kedua jenis AstraZeneca, akan mendapat booster Moderna yang dosisnya juga setengah dari jumlah vaksin sebelumnya, 0,25ml.(dkh)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY