BERBAGI

CENTRALBATAM.CO.ID, SULSEL-Pemerintah RI telah menetapkan 1 Syawal 1437 H, jatuh dan dirayakan pada hari Rabu (6/7/2016) mendatang, sehingga hari ini, ialah hari terakhir umat islam di Indonesia untuk berpuasa dan disambung dengan kumandang takhbir malam nanti.

Bukannya demikian, hal berbeda tampak terlihat di Kampung Lete, Kecamatan Bontongmarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Hari ini, sekitar 300 orang anggota An-Nadzir diwilayah tersebut secara serentak merayakan dan menggelar Salat ied dan menetapkan 1 Syawal jatuh hari ini, Selasa (5/7/2016).

Uniknya lagi, jamaah An-Nadzir ini memulai puasa sama dengan umat muslim pada umumnya, yakni sejak 6 Juni 2016 lalu. Namun, hanya berlangsung sekitar 29 hari saja. Karena seluruh anggota jamaah ini mengakhiri puasanya pada 4 Juli lalu. Dan Senin (4/7/2016) malam lalu, jamaah ini telah mengumandangkan takhbir.

Saat dilokasi, Pimpinan kelompok Jamaah An-Nadzir, Ustadz Lukman Andi Bakti bertindak selaku Imam Salat Id sekaligus khatib di tanah lapang tepi sawah perkampungan An-Nadzir.

Saat dikonfirmasi, Ustadz Lukman mengatakan, Jamaah An-Nadzir menentukan perpindahan bulan Ramadan ke bulan Syawal dengan melakukan peneropongan bulan selama beberapa hari dan pemantauan tanda-tanda alam dengan mengukur tanda pasang air laut tertinggi di Pantai Galesong, Kab. Takalar, Sulsel, dengan pemahaman air pasang laut sebagai efek gravitasi tarik-menarik matahari dan bulan.

Dalam ceramahnya, Ustadz Lukman menyebutkan tujuan berpuasa bagi orang-orang beriman selama Ramadan untuk mencapai ketakwaan. 

“Kaum mukmin dituntut menjadikan takwa sebagai tujuan ibadah puasa. Kaum mukmin juga dituntut masuk dalam ke agama Islam secara kaffah dan menjadikan Rasulullah sebagai contoh dalam beribadah dan kehidupan sehari-hari menegakkan sunnahnya,” tutur Ustadz Lukman.

Baca Juga:  Laksanakan Perintah Inpres Jamsostek, Menko Perekonomian Dorong Perlindungan Penerima KUR Kecil
Jamaah An-Nadsir (Gowa-Sulsel) yang laksanakan salat ied hari ini | Foto : Mona
Jamaah An-Nadsir (Gowa-Sulsel) yang laksanakan salat ied hari ini | Foto : Mona

Jamaah An-Nadzir di Kab. Gowa ini hidup secara berkelompok sambil bercocok tanam di kawasan persawahan sekitar 30 kilometer dari Makassar. Jamaah prianya identik dengan rambut panjang pirang dan memelihara janggut.

Selain itu, mereka jug identik dengan pakaian jubah hitam. Hal ini menurut pemahaman jamaah An-Nadzir adalah merupakan cara menegakkan sunnah Nabi Muhammad. Sedangkan kaum perempuannya menggunakan jilbab panjang dan dipadu dengan cadar untuk menutupi wajahnya.‎

 

Penulis : Mona

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan