CENTRALBATAM.CO.ID, MATARAM-Gempa bumi berkekuatan 6,4 pada Skala Richter(SR) mengguncang wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sekira pukul 06.47 WITA, Minggu (30/7/2018).
Gempa tersebut untuk sementara mengakibatkan 14 orang meninggal dunia, satu orang di antaranya warga negara Malaysia yang tengah berwisata di kawasan Gunung Rinjani.
Hasil analisis sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi tersebut pada koordinat 8,26 lintas selatan, dan 116,55 bujur timur. Gempa tersebut kemudian diikuti serangkaian gempa susulan.
“Getaran gempa cukup besar dan relatif lama. Guncangan juga masih terasa,” kata Amroni, seorang warga kelurahan Kebon Sari, Kota Mataram, yang berhamburan keluar rumah bersama seluruh anggota keluarganya saat terjadi gempa.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan korban hingga sore sebanyak 14 orang meninggal dunia.
“Data sementara berdasarkan laporan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, tercatat 14 orang meninggal dunia, 162 jiwa luka‑luka dan ribuan unit rumah rusak,” sebut Sutopo.
Sutopo menjelaskan, kondisi terparah akibat gempa terdapat di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Di Lombok Timur ditemukan 10 orang meninggal dunia, yaitu Isma Wida (30) warga negara Malaysia, Inaq Marah (60), Inaq Rumenah (58), Aditatul Aini (27), Herniwat (30), Inaq Hikmah (60), Fatin (80), Egi (17), Wisnu (8),dan Hajratul (8).
Sebanyak 67 orang luka berat dan ratusan jiwa luka sedang dan luka ringan. Kerusakan rumah mencapai lebih dari 1.000 unit rumah baik rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Hingga saat ini pendataan masih dilakukan.
Sementara di Lombok Utara terdapat 4 orang meninggal dunia yaitu Juniarto (8), Rusdin (34), Sandi (20), dan Nutranep (13).. Sebanyak 38 jiwa luka berat yaitu 12 orang luka‑luka dirawat di Puskesmas Senaru, 15 orang di Postu Sambikelen, 1 orang di RSUD Tanjung, dan 10 orang di Puskesmas Anyar.
Data sementara kerusakan rumah terdapat 41 unit rusak berat, 74 unit rusak sedang dan 148 unit rusak ringan. Sebanyak 6.237 KK terdampak gempa. Beberapa laporan kerusakan rumah juga terdapat di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Mataram. Sampai saat ini pendataan masih dilakukan oleh BPBD. Hingga pukul 13.00 waktu setempat telah terjadi 104 kali gempa susulan.
“Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada, namun tetap tenang dan jangan panik,” kata Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati.
Dikatakan, gempa bumi susulan yang kekuatannya terbesar yaitu 5,7 SR. Selanjutnya kekuatannya semakin mengecil.
Sebanyak 18 wisatawan asal Malaysia ikut menjadi korban gempa. Para wisatawan itu tengah berada di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk berlibur di kawasan wisata Gunung Rinjani.
“Dari 18 warga negara Malaysia, satu orang di antaranya meninggal dunia, enam orang mengalami luka‑luka dan 11 lainnya trauma,” kata Kapolres Lombok Timur, AKBP Eka Fathurahman.
Wisatawan Malaysia yang menjadi korban meninggal dunia atas nama Siti Nur Ismawida (30), tertimpa tembok penginapan tempat ia dan rekan‑rekannya bermalam.
“Jadi korban meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan,” kata Kapolres.

