CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Beberapa orang yang mengaku sebagai travel agen atau penyedia jasa perjalanan, tampak mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam, Kecamatan Batam Kota, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (25/7/2017).
Kedatangan para agen perjalanan tersebut diketahui untuk menagih ‘utang’ para wakil rakyat yang kian menumpuk. Tak main-main, jumlahnya mencapai seribu juta alias Rp 1 miliar.
Adapun asau-usul utang para anggota dewan yang dimaksud, ialah serangkaian biaya perjalanan ke beberapa daerah. Alasannya beragam, mulai dari perjalanan dinas, hingga kunjungan kerja yang disebut-sebut semakin menumpuk utang tersebut.
Adapun polemik itu, sebenarnya masuk dalam daftar Laporan Keterangan dan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Kota Batam 2016 lalu, yang belum teratasi hingga saat ini.
Karena tak kunjung terselesaikan, aksi ‘kejar-kejaran’ antar agen travel dan wakil rakyat pun menjadi suguhan memalukan.
Para pengusaha perjalanan yang datang di lokasi itu mendesak DPRD Batam segera melunasi utang tersebut.
“Kami hanya mau pelunasan, bukan dijanjikan ini-itu. Bosan menunggu ketidakjelasan selama ini,” kata salah seorang travel agen, yang mendatangi kantor pemerintahan tersebut.
Sementara, salah seorang anggota DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho menegaskan bahwa hal itu sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan.
“Kalau mau menagih, ya ke Sekretariat Dewan (Sekwan) saja dong. Bukan anggota dewannya. Seluruh perjalanan dinas kan sudah ada anggarannya, anggota dewan kan tahunya hanya mengikuti arahan untuk berangkat. Masalah biaya, ya ke Sekwan,” tegas Udin, Rabu (26/7/2017) siang.
Jika diperkirakan, lanjutnya, anggaran perjalanan dinas para wakil rakyat dalam masa kerja 1 tahun disebut-sebut lebih dari Rp 1 M. Adapun proses pembayarannya langsung ditangani antara Sekwan dan penyedia jasa perjalanan.
Setiap pengeluaran pun diakuinya berbeda-beda, termasuk jenis kegiatan dan rute yang hendak dituju. “Semakin jauh, maka semakin mahal. Tapi ya lagi-lagi, itu urusan ke Sekwan. Bukan ke anggota dewannya,” ungkap dia.
Meski demikian, pihaknya mengaku tetap menyambut baik tuntutan para travel agen dan menyatakan siap menjembatani permasalahan itu.
“Nanti kita pertemukan saja langsung dengan Sekwan. Tidak ada urusan dengan anggota dewannya,” tandas Udin.

