BERBAGI
Tolak Kenaikan Listrik, Ratusan Massa Serbu Pemko Batam | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Menunggu gugatan yang akan dilayangkan ke PTUN Tanjungpinang selesai dikebut, massa dari SBSI, Ampli, Bem dari berbagai Universitas dan perwakilan masyarakat Batam akan melanjutan aksi.

Hal itu diketahui dari salah seorang tim yang tergabung dalam Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kota Batam, Santo Batara, SH.

Kali ini, demonstrasi jilid 3 direncanakan segera digelar oleh pihak-pihak tersebut.

Sebagai pihak yang membantu pergerakan itu, lembaga bantuan hukum (LBH) SBSI, Prof. Muchtar Pakpahan juga terjun untuk menyuarakan pernyataan sikap yang dikemas dalam aksi itu

“Yang jelas, kita akan gelar aksi lagi. Kita akan bawa massa yang lebih banyak,” kata Santo Lubis, SH.

Saat dikonfirmasi, akan jadwal aksi yang direncanakan itu. Santo menegaskan bahwa pihaknya masih terus berupaya untuk membahasnya.

“Masih pembahasan, yang jelas dalam beberapa minggu kedepan,” tegasnya.

Sebelumnya, genderang perlawanan akan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) di Batam terus bermunculan. Mulai dari lingkungan masyarakat hingga kaum akademisi dan pengamat yang ada di Batam pun turut bersuara.

Salah seorang diantaranya, ialah Firdaus, pengamat ekonomi di Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam. Dia memaparkan, kenaikan TLB tidak tepat waktu.

“Kalau bahasa anak mudanya, TLB datang saat momennya tidak tepat. Jadi buat risau,” kata Firdaus, dalam keterangannya, di Batam, Rabu (5/4/2017) sore.

Firdaus, bersama Ade P. Nasution, Wakil Rektor I Unrika Batam, Rumbadi Dalle, Wakil Dekan Fakultas Hukum Unrika juga mempertegas, TLB yang meroket saat ini seolah membuat masyarakat Batam semakin terjerembab.‎ Bagaimana tidak, di tengah kelesuan ekonomi, Pemerintah Pusat, yang diwakilkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri malah menyetujui kenaikan tarif listrik.

Parahnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, melalui Komisi II dan Ketua DPRD, Jumaga Nadeak ‎juga mempertegas kenaikan tarif tersebut.

“Kenaikan TLB disepakati dua lembaga publik, yakni Gubernur dan DPRD Kepri. Nahasnya, DPRD sebagai wakil yang seharusnya lebih pro kepada masyarakat, khususnya Batam, malah ikut-ikutan mengajukan kenaikan TLB. Di titik ini, masihkah pemerintah pro terhadap masyarakat?” ungkapnya.

“Belum lagi, kenaikan tarif diprediksi akan mencapai angka 57 persen.‎ Apakah dalam pengambilan keputusan, pemerintah memperhatikan nasib masyarakat?” imbuhnya.

Kenaikan TLB, lanjut Firdaus, bukan hanya persoalan untung dan rugi. Namun juga berlebihan.

Berlebihan dalam hal ini dimaksudkan, jika dipandang dari sudut manapun tetap akan membebani masyarakat. “Dan inilah yang tampak berlebihan,” bebernya.‎

Beberapa saat lalu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, sempat menyatakan sikap tidak gentar menghadapi gugatan dari pihak manapun terkait telah ditandatanganinya surat keputusan tentang kenaikan TDL. Menurutnya, sikap tersebut bukan hal terpuji yang diharapkan masyarakat.

“Bukan masalah gugat-menggugat, tapi lebih kepada persoalan publik. Dimana, sikap Gubernur diuji. Apakah masih pro terhadap rakyat, khususnya di Batam. Atau malah sebaliknya?” tuturnya.

Kenaikan TLB periode 2017 juga dianggap tidak memberikan jaminan akan adanya peningkatan pelayanan oleh Bright PLN Batam kepada masyarakat.

“Masyarakat bayar mahal, akankah pelayanan juga ditingkatkan? Mari kita berkaca dari yang sudah-sudah. Di sini, masyarakat meminta pertanggungjawaban pemerintah. Dimana sikap profesionalnya yang mengaku pro rakyat?” katanya lagi.‎

‎Di akhir perbincangan, Firdaus menyebut dari kenaikan TLB akan memunculkan berbagai dampak negatif. Mulai dari ‎kondisi ekonomi masyarakat yang semakin lesu dan terperanjak, hingga semakin meningkatnya angka kemiskinan, akibat meningkatnya cost atau kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kemudian, ini juga akan menggerogoti upaya seluruh pihak yang sudah mati-matian berusaha mensejahterahkan masyarakat. Jadi, kita mewakili masyarakat mengharapkan setiap keputusan dapat diterapkan sesuai harapan yang benar-benar positif untuk masyarakat,” tutupnya.‎‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY