BERBAGI
Danau purba (Toba) yng akan dirombak Presiden RI jadi lebih terdepan dalam memajukan destinasi wisata Sumatera Utara | Foto : JB

CENTRALBATAM.CO.ID, SUMUT-Masyarakat Sumatera Utara khususnya yang tinggal di kawasan Danau Toba, patut berbangga dengan apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo.

Dua kali sudah, Presiden mengunjungi kawasan Danau Toba dengan membawa setumpuk program.

Kunjungan pertama pada 1 Maret lalu, dan kedua lawatan selama 4 hari pada Jumat (19/8/2016) hingga Senin (22/8/2016) kemarin.

Lalu apa yang dicapai? Pada Jumat (19/8/2016) lalu, Presiden mengawali kunjungannya ke Kepulauan Nias, Sumatera Utara. 

Di sana, Presiden berdialog dengan masyarakat dan mendengar masalah yang ada di Nias.

Semua masalah dijawab langsung saat itu. Soal kekurangan listrik akan ditambah 25 megawatt yang akan selesai Oktober tahun ini, ditambah 25 megawatt yang selesai akhir 2017.

Program listrik itu diwujudkan dengan dimulainya pembangunan mobile power plant 1×25 megawatt di Idanoi, Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias. Di lokasi itu Presiden juga meletakkan batu pertama Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) sepanjang 110 Km.

Masalah berikutnya soal renovasi Bandara Binaka yang oleh Jokowi runwaynya akan diperpanjang 2.200 m tahap pertama, dan tahun depan diperpanjang lagi 2.800 m. Dengan begitu, semua jenis pesawat bisa sampai di Nias. Masalah satu lagi pembangunan jalan lingkar Nias 45 Km yang akan dimulai tahun depan.

Baca Juga:  Bupati Berharap, OPD Untuk Prioritaskan Program Yang Sejalan Dengan Visi Misi
Kunjungn Presiden Jokowi ke Toba Samosir | Foto : JB
Kunjungn Presiden Jokowi ke Toba Samosir | Foto : JB

Dari Nias, Presiden terbang ke Tapanuli Tengah pada Sabtu (20/8/2016) untuk memulai proyek pembangunan perluasan Pelabuhan Sambas, sekaligus meninjau dermaga Pelabuhan Sibolga. Lalu siang harinya, Presiden ke Porsea, Kab. Toba Samosir untuk menanam 2.500 bibit pohon durian Sidikalang bersama warga.

Penanaman pohon ini adalah program penghijauan kawasan Danau Toba. Untuk diketahui, ada 7 kabupaten yang bersinggungan dengan Danau Toba dan semuanya punya komitmen membangun wisata Danau Toba.

Sore harinya dari Porsea, Presiden menggelar rapat terbatas di Parapat, Kab. Simalungun membahas percepatan implementasi poros maritim disusul rapat kedua membahas kelanjutan pengembangan wisata Danau Toba yang dihadiri 7 bupati, dan dilanjutkan dialog dengan tokoh masyarakat.

Lalu jelang malam pukul 22.00 WIB, Presiden menuju Pantai Bebas, Toba Parapat untuk menghadiri dimulainya Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba. Karnaval ini digelar di tepi Danau Toba dihadiri puluhan ribu orang.

Esok harinya pada Minggu (21/8/2016), Presiden bersama beberapa menteri berlayar sekitar 30 menit menuju Pulau Samosir yang juga masih bersinggungan dengan Danau Toba. Ribuan warga menyambut Presiden yang untuk pertama kalinya hadir di Samosir.

Di sana, Presiden menuju perbukitan di Tomok untuk melakukan program penghijauan dengan menanam bibit pohon bersama seratusan siswa.

Area tanah seluas 150 hektar yang ditanami pohon itu adalah hibah politisi PDIP asal Sumut Maruarar Sirait.

Jokowi menyadari, ada masalah dengan penghijauan di sekitar kawasan Danau Toba. Oleh karena penanaman bibit pohon pun dilakukan, guna mengembalikan keasrian danau purba itu.

Sore harinya pukul 13.00 WIB, Jokowi dan rombongan menghadiri kemeriahan puncak Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Balige. Jokowi melebur menjadi warga batak dengan mengenakan ulos ragidup sirara dan sortali, begitu juga Iriana Jokowi mengenakan ulos tum-tuman.

Karnaval ini selain untuk peringatan 17 Agustus, juga event besar mempromisikan wisata Danau Toba. Puluhan ribu orang yang juga mengenakan ulos, tumpah ruah dijalanan Balige sepanjang 3,5 kilometer.

Presiden mengakhiri kunjungannya di Sumut pada Senin (22/8/2016) kemarin dengan meninjau lokasi yang akan dibangun tujuan wisata Danau Toba di Dusun Panoguan Solu, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Baca Juga:  Wujudkan Program Pendirian Mal, Mas Arief Bertolak ke Jakarta
Kunjungn Presiden Jokowi ke Toba Samosir | Foto : JB
Kunjungn Presiden Jokowi ke Toba Samosir | Foto : JB

Area perbukitan di sana punya pemandangan yang indah untuk menikmati Danau Toba. Di sana, Presiden berencana membangun Taman Bunga Nusantara yang merupakan ide Ibu Negara Iriana Jokowi untuk mempercantik Danau Toba.

Selain itu, juga akan dibangun hotel, resort dan lainnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Humbang Hasundutan juga untuk pertama kalinya menerima kunjungan seorang Presiden, selain Kabupaten Samosir. Karena itulah masyarakat bersukacita atas kehadiran Jokowi dan rombongan.

Dari Kab. Humbang Hasundutan, Presiden pada siang harinya bertolak ke Bandara Silangit untuk kembali ke Jakarta. Bandara Silangit kali ini sudah lebih baik, berkat kunjungan Presiden 1 Maret lalu. Runway bandara sudah lebih panjang dan terminal lebih besar.

Kini bandara Silangit yang merupakan akses terdekat ke Danau Toba, sudah bisa didarati pesawat besar dengan tambahan rute Silangit-Jakarta. Salah satunya maskapai Garuda Indonesia yang hadir atas permintaan Jokowi.

Pengembangan bandara Silangit, program penghijauan, pengembangan pelabuhan Sambas, pembangunan mobile power plant di Gunungsitoli, pembangunan destinasi di Humbang Hasundutan, serta karnaval Pesona Danau Toba, menjadi jawaban atas rencana Jokowi membangun wisata Danau Toba.

Bagi Jokowi, jika wisata Danau Toba berhasil dikembangkan menjadi ‘Bali’ baru, maka perekonomian masyarakat akan terdongkrak. Tentu program di Danau Toba ini hanya sebagian kecil dari cara Jokowi mengubah wajah Indonesia.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan