BERBAGI
Danlanal Batam Kolonel Iwan Setiawan saat ekspos penangkapan tiga pelaku perompakan kapal

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Tiga tersangka tindak kejahatan di laut (perompak) lintas Negara, berinisial A, F, dan DN, berhasil diamankan tim gabungan Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang dan Lanal Batam.

Ketiga pelaku masing-masing diamankan di Kota Batam. Dua dari pelaku A dan F lebih dulu diamankan di Jalan Nuri nomor 07 RT 004 RW 002 Kelurahan Batu Selicin Lubuk Baja, sekitar pukul 8:30 WIB pada Jumat (1/6/2018). Selanjutnya kedua tersangka dibawa ke Mako Lanal Batam. Kemudian satu hari berikutnya tersangka DN kembali berhasil diamankan pada Sabtu (2/6/2018) di kediamannya di Tiban Indah Permai Blok K-1 nomor 17 Kelurahan Tiban Indah Sekupang, Kota Batam.

Danlantamal Batam Kolonel Iwan Setiawan mengatakan, penangkapan dilakukan berdasarkan adanya informasi intelijen dari Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) adanya kejadian perompakan terhadap kapal MT. Lee Bo di perairan barat Pulau Aur Malaysia pada titik koordinat 02 19’ 089” LU – 104 15’ 144 BT, yang terjadi pada hari Jumat (1/6/2018) dinihari.

Searah Jarum Jam: Norman (warga Batam), Saro Subroto, Syahril (warga Batam), Mawardi, Tamat, Ujang, Yan Ferdinand, Joko Susilo (warga Batam), Ivan, Gustin, Guna Nursila, Ferdinan, Zainal, Billvijan.

Sebelum penangkapan tim gabungan WFQR telah mendapat informasi akan adanya kegiatan perompakan yang dilakukan oleh para pelaku dari Kota Batam untuk merompak kapal tanker, selanjutnya Tim gabungan WFQR Lantamal IV dan Lanal Batam melaksanakan pemantauan terhadap aktifitas ketiga tersangka A dan F, yang di duga kuat sebagai otak jaringan pelaku perompakan.

“Kita ada bukti, melalui sadapan telepon genggam. Cuma kemarin sebelum kejadian, bukti secara hukum belum cukup kuat untuk kita menangkap mereka,” kata Iwan.

Dari hasil pengembangan awal terhadap perompakan kapal MT Lee Bo, bahwa pelaksanaan perompakan dilakukan dengan menggunakan kapal MT Bright berbendera Mongolia, yang diketahui pemilik Warga Negara Singapura atas nama OTY alias Jimmy Tan.

“Jimmy Tan ini juga berperan sebagai pendukung dana dalam kegiatan perompakan,” ujar Iwan.

Dikatakan Iwan, hasil pemeriksaan peran tersangka A bertugas menyiapkan kapal MT Bright (kapal yang dipergunakan untuk merompak) dan mengatur kesiapan operasional kegiatan perompakan, dengan dukungan dana dari Jimmy Tan sebesar Rp 40 juta.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY