CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Warga Sengkuang RT04, RW05 Tanjung Sengkuang Melcem tampak kesal ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) ketiga kalinya tidak dihadiri oleh perusahaan PT Global Pratama Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh RW005 Tanjung Sengkuang Melcem, Agus di ruang rapat Komisi I DPRD Kota Batam.
“Ini masalah hajat hidup orang banyak. Masyarakat disitu tinggal sudah dari 30 tahun. Dari 1967 sudah ada, PT juga belum ada. Masyarakat mau kok diajak kerjasama. Masrakat di bina bukan dibinasakan. Apalagi ada selentingan ancaman tak enak. Harapan saya ancaman kekerasan tak akan terjadi,” ujar Agus, Senin (15/4/2019).
Diakuinya solusi yang diberikan oleh perusahaan memang sudah ada, tapi hasilnya mentok dan tak menemukan jalan.
“Tiga kali RDP gagal. Pertama mungkin salah alamat gak sampai suratnya. Hari ini mungkin kami maklum karena menjelang pilpres. Siapa tau anggota perusahaan ada yang caleg ataupun tim sukses,” tuturnya.
Warga juga menyesalkan akses jalan utama kerumah mereka ditutup. Saat ini memang ada akses sementara, hanya saja mobil tak bisa masuk karena harus melalui jembatan kecil, hanya bisa dilakukan untuk pejalan kaki saja.
“Saya mohon kepada Komisi I supaya jalan dibuka kembali,” tutur Agus.
Pantauan Tribun rapat ini hanya dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD kota Batam, Budi Mardianto dan beberapa perwakilan warga maupun tokoh masyarakat seperti RT dan RW. Sayangnya tak dihadiri oleh anggota Komisi I lainnya.
“Sekarang jelas pilpres maupun pileg, komisi I juga lagi pada sibuk,” kata Budi.
Budi menyayangkan RDP ini karena pihak perusahaan tak hadir. Sesuai aturan pihaknya akan jadwalkan rapat lagi secepatnya.
“Sesuai surat permohonan perusahaan Setelah tanggal 17. Jika tak hadir kita akan mengambil kebijakan sesuai aturan. Untuk itu kami akan mengambil langkah yang lebih konkret,” katanya. (*)

