CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Kepala Dinas Pariwisata Bintan, Wan Rudi mengatakan tiga hari kedepan turis Cina masih masuk ke Bintan. Namun setelah itu tidak lagi hingga situasi kondusif
Hal ini kata Rudi, terkait warning travel yang dikeluarkan oleh Pemerintah Cina beberapa waktu.
Wan Rudi menjelaskan, warning travel itu dikeluarkan oleh Cina kepada para agen travel tidak menjual paket wisata luar negeri.
“Setelah kasus virus corona (nCoV) merebak, pemerintah Cina menghimbau kepada para travel agent untuk tidak menjual pake luar negeri. Nah, kalau masih ada saat ini turis Cina datang ke Bintan itu tidak lain untuk menghabiskan paket yang sempat terjual. Tapi tiga hari kedepan sudah tidak ada lagi,” katanya melalui sambungan telpon Selasa, (28/1/2020).
Untuk turis Cina yang masuk ke Indonesia hingga tiga hari kedepan, Wan Rudi meminta masyarakat tidak perlu kuatir. Pasalnya, para turis itu sudah melalui tiga kali scanning.
“Tidak usah kuatir, karena sebelum mereka berangkat dari Cina sudah terlebih dahulu di scanning. Kemudian, di pintu masuk Singapura juga turis asal Cina ini kembali di scanning. Selain itu, pintu masuk pelabuhan Indonesia juga di scanning,” jelasnya.
Melalui scanning ini lanjut Wan Rudi, para turis yang kedapatan mengidap virus nCoV tidak diperbolehkan masuk ke Bintan.
Selama ini, wisatawan asal Cina merupakan penyumbang terbesar jumlah kunjungan wisatawan mancanegara selama dua tahun terakhir. Dimana jumlah kunjungan wisatawan dari negeri tirai bamboo itu mencapai 40 persen.
Hal ini sempat dikhawatirkan oleh pengusaha dan para pengusaha hotel atau resort di Bintan. Untuk mengatasi hal ini, Wan Rudi mengatakan pihak hotel dan resort sudah merancang strategy baru.
“Selama epidemi virus ini merebak, pihak hotel dan resort sudah menyiapkan opsi dengan menggait wisatawan lokal. Semoga harga tiket termasuk Garuda bisa menurunkan harga agar PAD dari wisata ini tidak berkurang,” pungkasnya. (NDN)

