CENTRALBATAM.CO.ID, BINTAN –Salah satu anggota komisi II DPRD Bintan sempat emosi pada pihak PLN. Pasalnya, pihak PLN tidak menerima saran dari anggota dewan itu saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat komisi II kemarin (13/3).
Adapun saran dari anggota dewan itu yakit menyarankan agar melakukan sosialisasi dan penyebaran informasi luas dan jelas kepada masyarakat mengenai kebijaan tagihan saat pandemic covid-19. Menurunya, saat ini banyak terjadi kericuhan di masyarakat terkait tagihan listrik dan program subsidi tagihan.
Ia meminta agar informasi itu disebar luas baik melalui medsos maupun melalui brosur. Intinya, bagaimana agar informasi itu sampai ke masyarakat Bintan.
Sayanya, saat menyampaikan saran tersebut, pihak PLN menyela agar Anggota DPRD mengecek layanan mesin Call dan WA centre yang PLN berikan. Disampaikan pihak PLN, bila masyarakat merasa membutuhkan, maka harus mencari informasinya. Mendengar statmen pihak PLN, Indra Setiawan selaku Pimpinan rapat langsung bernada tinggi.
“Kami disini ingin membahas kepentingan masyarakat, terutama soal kebijakan listrik gratis, diskon dan tagihan yang mendadak naik. Harusnya ini menjadi evaluasi kita bersama, ini salah kita semua, tapi mengapa sepertinya bapak dan ibu tidak suka dengan saran ini,” kata wakil komisi II DPRD Bintan, Indra Setiawan.
Ia menegaskan, selama ini terjadi kericuhan akibat tagihan PLN yang naik signifikan, begitu juga soal masyarakat yang masih banyak belum memahami dan mendapatkan tagihan gratis atau diskon di tengah pandemi saat ini.
Mendengar penegasan dari Pimpinan Rapat, Zulfaefi, Anggota Komisi II lainnya juga menegaskan jika pihaknya selaku wakil rakyat sepekan lalu juga mendapatkan aduan dari masyarakat Bintan Timur. Dari masyarakat yang menjadi pelanggan 450 VA di Kampung Pisang dan Kampung Budi Mulya, mereka tidak mendapatkan tagihan gratis.
“Ya informasinya juga mereka tidak tahu seperti apa. Ada warga yang sampaikan ke saya, rumah ibunya 450 VA gratis, saya kok 450 VA tidak gratis, masih bayar. Ya saya mau jelaskan seperti apa?, sementara informasi kurang bahkan tak ada,” jelas Zulfaefi.
Menurutnya, PLN juga jangan segan untuk memberikan informasi kepada seluruh masyarakat secara masif soal kebijakan-kebijakan. Karena masyarakat juga butuh tahu, jika tidak tahu mereka pasti komplain dan ricuh.
Sementara itu, Hamidi perwakilan PLN mengatakan jika program listrik gratis PLN 450 VA rumah tangga sudah berlaku berdasarkan data yang diberikan dari pemerintah pusat. Untuk pelanggan subsidi 900 VA sudah diberikan diskon. (Ndn)

