CENTRALBATAM.CO.ID, Bintan – Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Darmin Nasution agar masyarakat membekali diri dengan berbagai ilmu pengatahuan atau skill.
Hal ini disampaikan Darmin disela-sela acara peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galangbatang, Kecamatan Gunungkijang, Bintan, Sabtu (8/12).
“Target industri saja terhadap pengunaan tenaga kerja sampai 90 persen tenaga kerja local harus diserap. Apakah daerah sini atau daerah lain (90 persen), kalau mau daerah sini kalau mau daerah sini (tenaga kerja) yang digunakan. Ya, itu tadi pak Bupati dan pak Gubernur, bikin lah sekolahnya,” ujarnya menjawab pertanyaan awak media.
“Jadi jagan marah kalau yang digunakan (tenaga kerja luar) orang lain. Harus disiapkan sekolah khusus agar dapat diterima kerja di sini,” tambahnya.
Berdasarkan paparan direktur PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) sabagai kawasan yang dijadikan KEK mengatakan total investasi di kawasan ini mencapai Rp 3,6 triliun. Dengan jumlah investasi sebesar itu kata dia, dapat menyerap sebanyak 23 ribu lebih tenaga kerja.
Sementara itu Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan pihaknya telah meminta kepada pengelola KEK agar menyiapkan draft kebutuhan tenaga kerja di kawasan itu. Dari draft kebtuhan nanti nantinya, pemerintah daerah akan menyiapkan pelatihan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan kerja.
“Kami juga sudah meminta kepada pengelola kawasan agar segera menyiapkan kebutuhan lapangan kerja yang ada disini. Langkah pertama pemerintah menyiapkan pelatihan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan kerja,” kata Apri.
Selain itu, Apri juga mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pengawasan agar tenaga kerja asing terkontrol.
“Persiapan tenaga kerja yang berskill ini kan butuh waktu minimal 1 sampai dengan dua tahun. Tapi kita terus melakukan penagawasan agar tenaga kerja asing selalu terkontrol sesuai dengan janji PT yaitu 9 tenaga kerja local 1 tenaga kerja asing,” pungkasnya. (Ndn)

