BERBAGI
Salah satu warga Pulau Akar melihat septic tank komunal yang tidak berfungsi sejak setahun lalu

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM-Keberadaan septic tank komunal yang dibangun Pemko Batam di Pulau Akar Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang dikeluahkan warga setempat.

Septick tank komunal yang awalnya untuk sanitasi penduduk setempat kini terbengkalai dan menjadi sarang nyamuk serta lalat. Lebih dari satu tahun, septic tank komunal tidak difungsikan sesuai dengan program pemerintah tersebut.

Sadiah, salah satu warga yang rumahnya bersebelahan dengan keberadaan septic tank komunal, mengaku resah dengan keberadaan penampung tinja itu. Lebih dari satu tahun septic tank komunal itu tidak difungsikan.

“Dulu saat dibangun, dilakukan siang malam. Saat sudah jadi, malah tidak digunakan sama sekali dan dibaiarkan terbengkalai. Dengan adanya septic tank komunal, membuat sampah yang ada di bibir pantai tidak lepas ke laut. Kemudian nyamuk semakin banyak. Kita minta pemerintah untuk turun langsung ke lapangan melihat terbengkalainya septic tank komunal tersebut,” kata Sadiah.

Sadiah mengaku saat proses pembangunan septic tank komunal, warga dijanjikan akan dilibatkan dalam pemindahan tinja ke kapal sebagai pengawas dan mendapatkan honor.

“Dulu waktu proses pembangunan septic tank komunal, saya dijanjikan akan mendapat uang setiap bulannya dalam mengawasi pemindahan tinja ke kapal yang akan mengangkutnya. Jangankan untuk dapatkan honor, keberadaan septic tank komunal malah terbengkalai dan sangat menganggu masyarakat karena pantai jadi kontor akibat sampah tidak lepas ke laut,” ujarnya.

Sementara Ketua RT 02 Pulau Akar, Dedi Irawan mengatakan warga menilai pembangunan septic tank komunal terkesan asal jadi dan kurang bermanfaat. Awalnya dijanjikan untuk membantu warga, namun keberadaaannya justru berpotensi membawa penyakit.

“Semenjak ada septic tank ini, jadi banyak nyamuk dan lalat di sini. Sebelumnya tak ada,” katanya.

Dia menyebutkan Pemko Batam membangun septic tank komunal untuk 150 rumah di Pulau akar. Pembangunan dilakukan menggunakan Dana Laokasi Khusus (DAK) melalui Dinas Pekerjaan Uum (PU) saat itu.

“Box hijau septic tank komunal diletakan di depan atau samping rumah warga yang tinggal di atas laut. Tak seperti septic tank pada umumnya yang ditanam di bawah permukaan tanah, yang dibangun Dinas PU ini malah menjulang setengah meter di atas permukaan tanah,” ujarnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY