Close Menu
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
mgid
What's Hot

Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

21 April 2026

Evaluasi Karhutla 2026, Bupati Natuna Cen Sui Lan Minta Masyarakat Tak Bakar Lahan

15 April 2026

Bripda AS Jadi Tersangka, Kasus Kematian Polisi Muda di Batam Berlanjut

14 April 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan
  • Evaluasi Karhutla 2026, Bupati Natuna Cen Sui Lan Minta Masyarakat Tak Bakar Lahan
  • Bripda AS Jadi Tersangka, Kasus Kematian Polisi Muda di Batam Berlanjut
  • Duka dan Tanda Tanya di Balik Kematian Bripda Natanael, Keluarga Desak Pengusutan Transparan
  • Kematian Bripda Natanael Jadi Sorotan, Polda Kepri Janji Usut Tuntas
  • Telkom–PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
  • Guncangan Caracas Yang Merambat ke Jakarta
  • Belajar Langsung Terkait Ekonomi, Peserta Sespimti Polri Dapat Wawasan Strategis dari Kepala BP Batam
Facebook X (Twitter) Instagram
CentralBatamCentralBatam
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kepri
    • Anambas
    • Batam
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Makro
    • Mikro
  • Hukum
    • Hukum Industrial
    • Konstitusi
    • Kriminal
  • Fokus
    • English News
    • Layanan Publik
  • BP Batam
  • citizen journalism
CentralBatamCentralBatam
Beranda » Tiba-tiba, Swiss Larang Warganya Gunakan Deodorant. Kenapa?
Entertainment

Tiba-tiba, Swiss Larang Warganya Gunakan Deodorant. Kenapa?

11 Mei 2017Tidak ada komentar
Facebook Twitter WhatsApp
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Hingga saat ini, masih banyak pakar yang memperdebatkan dampak penggunaan deodoran terhadap munculnya risiko kanker payudara. Tetapi belum ada fakta yang menyatakan hal itu benar-benar ada.

Meski demikian, sudah ada satu negara yang bersiap melarang penggunaan deodoran untuk mengantisipasi munculnya risiko tersebut. Negara yang dimaksud adalah Swiss.

Kekhawatiran Swiss terhadap deodoran telah mengemuka sejak September tahun lalu. Saat itu tim peneliti dari University of Geneva menemukan bahwa kandungan garam aluminium dalam deodoran dapat memicu pertumbuhan tumor di payudara.

Secara rinci, Swiss, dalam hal ini, Swiss National Council, telah menyepakati adanya sebuah undang-undang yang dapat melarang penggunaan garam aluminium dalam deodoran.

Usulan tentang undang-undang tersebut dibawa oleh anggota parlemen Swiss dari Partai Hijau, Lisa Mazzone. Pada tanggal 5 Mei lalu, rancangan undang-undang itu telah mengantongi 126 suara, jauh lebih banyak dari target suara yang dibutuhkan, yakni 58 suara.

Ketika mengemukakan usulan undang-undang ini, Mazzone mengklaim riset dari University of Geneva sudah memberikan ‘bukti yang memadai’ untuk meragukan keamanan garam aluminium yang digunakan dalam deodoran. Demikian seperti dilaporkan Daily Mail.

Setidaknya, dengan pelarangan ini, Mazzone berharap risiko kanker payudara yang dapat ditimbulkannya bisa diantisipasi sedini mungkin.

Sebagian besar deodoran memang mengandung garam aluminium ini. Bahan ini pulalah yang membantu menghilangkan keringat dan aroma tak sedap dari ketiak. Dalam penelitian yang dilakukan peneliti dari University of Geneva tersebut, Andre-Pascal Sappino dan timnya mengamati sel-sel payudara manusia yang terisolasi kemudian direplikasikan dalam tubuh tikus.

Hasilnya, paparan garam aluminium dalam jangka waktu yang panjang diduga dapat mengakibatkan munculnya tumor yang juga bisa bermetastasis atau menyebar. Bahkan ketika garam aluminium disuntikkan ke tubuh tikus, peneliti menemukan ‘tumor yang sangat agresif’ di tubuh tikus-tikus tersebut.

Menurut peneliti, ini karena garam aluminium pada deodoran dapat menghambat kinerja kelenjar keringat. Selain itu garam ini juga bisa menumpuk di dalam jaringan payudara lalu menciptakan semacam efek estrogen yang selama ini dikenal sebagai pemicu kanker pada organ ini.

Kendati demikian, banyak pakar yang tidak sepakat dengan temuan tersebut, apalagi sampai harus melarang penggunaan deodoran. Pertama, karena studi hanya dilakukan pada hewan coba; kedua, pencegahan kanker baiknya hanya difokuskan pada hal-hal yang sudah terbukti berpengaruh terhadap risikonya seperti berat badan ideal, pola makan sehat dan olahraga teratur.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp

Related Posts

Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

21 April 2026

Evaluasi Karhutla 2026, Bupati Natuna Cen Sui Lan Minta Masyarakat Tak Bakar Lahan

15 April 2026

Bripda AS Jadi Tersangka, Kasus Kematian Polisi Muda di Batam Berlanjut

14 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017

Ceramah 8: Dermawan, Salah Satu Tanda Umrah Mabrur

23 Mei 2018
Don't Miss
Bisnis
Bisnis

Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

21 April 2026 Bisnis

CENTRALBATAM.CO.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan…

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Evaluasi Karhutla 2026, Bupati Natuna Cen Sui Lan Minta Masyarakat Tak Bakar Lahan

15 April 2026

Bripda AS Jadi Tersangka, Kasus Kematian Polisi Muda di Batam Berlanjut

14 April 2026

Duka dan Tanda Tanya di Balik Kematian Bripda Natanael, Keluarga Desak Pengusutan Transparan

14 April 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: centralbatam01@gmail.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

Dari Kesetaraan Menuju Dampak, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

21 April 2026

Evaluasi Karhutla 2026, Bupati Natuna Cen Sui Lan Minta Masyarakat Tak Bakar Lahan

15 April 2026

Bripda AS Jadi Tersangka, Kasus Kematian Polisi Muda di Batam Berlanjut

14 April 2026
Most Popular

Tilang Manual Kembali Diberlakukan di Kepri, Berikut Sasaran Pelanggar Lalulintas

9 Mei 2023

Ceramah 9: Dosa Besar Membicarakan Aib Orang

24 Mei 2018

Ceramah Ke-17: Menghadiri Majelis Ilmu Dinaungi Sayap Malaikat

13 Juni 2017
© 2026 CentralBatam.co.id
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • UU Pers
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact Us
  • About

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.