BERBAGI
Pergerakan massa yang akan berdemo ria di depan Kantor Walikota Batam | Foto : Ned

CENTRALBATAM.CO.ID, BATAM – Ratusan massa gelombang pertama, akhirnya tiba di depan Kantor Walikota, Kecamatan Batam Kota, Batam, Senin (17/4/2017) siang.

Dengan beberapa mobil komando bermuatan seperangkat sound system, massa yang datang dari berbagai kalangan ini mulai membakar semangat.

Bermodalkan bendera, spanduk bertuliskan penolakan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang mencapai angka 45,4 persen, serta berbagai atribut lainnya, massa tampak berkumpul di balik gulungan kawat berduri.

Tampak miris melihat bentangan kawat berduri, yang memanjang di depan kantor pemerintahan itu. Orator langsung membuka aksi dengan mengucapkan salam berisi sindiran kepada Walikota Batam.

“Assalamualaikum Pak Wali, selamat siang. Kami ini datang untuk berkunjung, bersilahturahmi. Bukan mau buat rusuh, kok malah dipagari kawat duri begini?” sorak orator, memecah suasana siang itu.

Mendengar lontaran sindiran tersebut, massa pun bersorak keras. “Hidup masyarakat.. Tolak kenaikan TDL di Batam,” sorak massa, yang tergerak semangatnya di teriknya matahari.

Baca Juga:  Unggahan Terakhir Ratih Windania, Keluarga Sekda Anambas Penumpag Sriwijaya SJ182

“Mau ketemu Walikota sendiri, susahnya minta ampun. Malah dihadang kawat berduri begini,” ungkap orator lagi.

Orator terus menyuarakan aspirasinya, terkait penolakan naiknya TDL di Batam yang dianggap membebani masyarakat. Sementara, ratusan polisi yang ada tampak terus menjaga barisan depan, tepat dibalik kawat berduri itu.

Sebelumnya diberitakan, kepolisian daerah (Polda) Provinsi Kepri menerjunkan ratusan personelnya ke Kecamatan Batam Kota, Batam, Senin (17/4/2017) pagi.

Tampak di depan Kantor Walikota Batam, beberapa armada angkut berupa bus bertuliskan ‘polisi’ menepi di sepanjang jalan Engku Putri.

Tak lama, ratusan personel kepolisian berseragam lengkap turun dari beberapa bus yang terparkir itu.

Sampai di depan kantor pemerintahan itu, beberapa petugas langsung membentangkan gulungan kawat berduri. Tak lama, kantor tersebut tampak seperti pangkalan militer yang hendak diserbu musuh. Dilengkapi pagar berduri, agar tak dapat diterobos.

Penampakan ini jelas tergambar, dengan bentangan kawat duri yang menutup akses masuk setiap orang.

Diketahui, kedatangan ratusan polisi dan pemasangan kawat berduri itu dilakukan untuk mengawal demonstrasi jilid tiga. Aksi itu digelar oleh masyarakat, LSM, serikat pekerja, hingga mahasiswa.

Adapun salah satu LSM yang menjadi koordinator penyelenggaraan aksi, yakni Aliansi Masyarakat Peduli Listrik (Ampli) Batam.

Beberapa polisi yang sempat dikonfirmasi mengatakan, penerjunan tim pengamanan kali ini melibatkan jajaran Polresta Barelang dan Polda Kepri.

“Jumlahnya ratusan, dan ini untuk kawal aksi jilid tiga,” ucap Adi, seorang petugas di lapangan.

Hingga sekitar pukul 08.30 WIB pagi ini, tak satupun massa yang terlihat di depan kantor Walikota. Sementara, Anas, koordinator aksi tersebut mengatakan pihaknya akan berkumpul di Simpang Base Camp dan Simpang Panbil pada pukul 06.30 WIB. “Dan akan segera bergerak menuju Pemko Batam,” imbuhnya.‎

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY